Warga Tanjungrejo Pertanyakan Transparansi Anggaran Program RT Berkelas, Wali Kota Minta Pelaksanaan Sesuai Aturan

Warga Tanjungrejo Pertanyakan Transparansi Anggaran Program RT Berkelas, Wali Kota Minta Pelaksanaan Sesuai Aturan

MALANG – Keluhan terkait transparansi Program RT Berkelas mencuat dari warga Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun. Seorang warga RT 1 RW 4, Rahman, mempertanyakan realisasi anggaran yang disebut sebesar Rp50 juta per RT setelah mengikuti pelatihan pemandian dan pengafanan jenazah, salah satu kegiatan dalam program tersebut.

Pelatihan yang digelar di balai RW itu diikuti sekitar 40 peserta pada Selasa (7/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi praktik memandikan dan mengkafani jenazah serta menerima perlengkapan berupa ember, gayung, kain kafan, jarik, dan peralatan mandi.

Rahman menilai nilai kegiatan yang diterima warga tidak sebanding dengan angka Rp50 juta per RT yang selama ini disosialisasikan. Ia memperkirakan total biaya kegiatan tidak mencapai nominal tersebut.

“Yang kami pertanyakan, kalau disebut Rp50 juta per RT, sisanya ke mana. Dari awal juga tidak pernah ada rincian penggunaan anggaran yang disampaikan kepada warga,” ujar Rahman, Rabu (8/7/2026).

Ia menambahkan, di lingkungannya juga terdapat usulan pengadaan tenda, kursi, dan pelatihan kebencanaan. Namun, untuk wilayahnya dipilih pelatihan pemandian dan pengafanan jenazah.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan pelaksanaan Program RT Berkelas tidak ditangani langsung oleh Pemerintah Kota Malang, melainkan melalui kelurahan dan kecamatan.

“Pelaksanaan itu tidak di Pemkot langsung, ada di kelurahan dan di kecamatan. Jadi mereka yang mengetahui kegiatan-kegiatan tersebut. Kami berharap semuanya dilaksanakan sesuai aturan,” kata Wahyu.

Wahyu menyebut sejumlah kegiatan nonfisik telah berjalan. Sementara realisasi program secara keseluruhan masih menunggu penyesuaian pengadaan barang, seperti tenda dan kursi. Ia juga mengatakan cakupan program saat ini telah melampaui target yang ditetapkan.

“Kita sudah lebih dari target (cakupan RT Berkelas). Sudah berjalan, tinggal penyesuaian-penyesuaian saja,” tandasnya.