Iran Akan Rilis Video Mojtaba Khamenei di Depan Publik untuk Redam Rumor Kesehatan

Iran Akan Rilis Video Mojtaba Khamenei di Depan Publik untuk Redam Rumor Kesehatan

Pemerintah Iran disebut akan segera merilis rekaman video yang menampilkan pemimpin tertinggi baru mereka, Mojtaba Khamenei, muncul di depan publik. Pernyataan itu disampaikan seorang komandan paramiliter senior pada Minggu, dengan tujuan menepis rumor yang beredar mengenai kondisi kesehatan Mojtaba.

Mojtaba dilaporkan belum terlihat di hadapan publik sejak Maret, setelah sebelumnya ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas pada 28 Februari dalam gelombang pertama serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran. Ketidakhadirannya dalam waktu lama memicu spekulasi bahwa ia mengalami cacat fisik, lumpuh, atau bahkan ikut tewas akibat serangan yang menewaskan ayahnya.

Namun, otoritas Iran menegaskan Mojtaba masih berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan politik dan militer. Wakil Kepala Organisasi Paramiliter Basij, Qasem Qoraishi, mengatakan dokumentasi berupa gambar dan video akan dirilis untuk menunjukkan Mojtaba berada di tengah masyarakat, termasuk dalam pertemuan dengan para komandan Angkatan Bersenjata.

Dalam pernyataannya, Qoraishi juga menuding pihak luar berupaya memecah belah kelompok revolusioner dan kalangan religius. Ia meminta masyarakat Iran tetap waspada terhadap provokasi asing di tengah situasi yang memanas.

Sebelumnya, pada Minggu, media pemerintah Iran telah merilis video singkat berdurasi 12 detik tanpa keterangan tanggal. Rekaman itu memperlihatkan Mojtaba duduk melingkar bersama sejumlah pejabat. Namun, beberapa media di luar Iran menduga video tersebut diambil sebelum perang pecah.

Di sisi lain, selama perang berlangsung, AS dan Israel disebut terus melakukan serangan yang ditargetkan terhadap sejumlah pemimpin politik dan militer Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan kepala keamanan Iran, Ali Larijani, pada 17 Maret.

Ancaman keamanan yang berkelanjutan dinilai dapat menjadi alasan Teheran membatasi penampilan publik Mojtaba. Situasi ini terjadi di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang melabeli para pemimpin Iran sebagai “bajingan” serta mengancam akan menargetkan lebih banyak pejabat jika Teheran menolak tuntutannya.