Tiga Ormas di Kukar Gelar Aksi Damai, Desak Transparansi Pengelolaan Tangga Arung Square

Tiga Ormas di Kukar Gelar Aksi Damai, Desak Transparansi Pengelolaan Tangga Arung Square

TENGGARONG — Tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kutai Kartanegara (Kukar), yakni Remaong Koetai Berdjaya, Remaong Kutai Menamang, dan Kayuh Baimbai, menggelar aksi damai pada Senin (30/3/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut transparansi dalam pengelolaan Tangga Arung Square.

Rangkaian aksi dimulai dari Kantor Bupati Kukar, kemudian berlanjut ke Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan berakhir di Tangga Arung Square. Di lokasi terakhir, sempat terjadi ketegangan antara pihak pengelola parkir dan anggota ormas yang ditandai adu argumen dengan suara tinggi. Meski demikian, kepolisian menyatakan situasi tetap terkendali.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kukar, Kompol Roganda, mengatakan dinamika di lapangan merupakan hal yang wajar dalam penyampaian pendapat. Ia menegaskan tidak ada kerusakan fasilitas maupun kekerasan fisik selama aksi berlangsung.

“Tadi terlihat ada seperti kejar-kejar dan suara agak lebih tinggi, tetapi itu masih hal yang wajar. Kami dari Kepolisian Polres Kutai Kartanegara mendampingi mulai dari kantor bupati, Disperindag, sampai di Tangga Arung Square ini semuanya berjalan dengan aman dan terkendali,” ujar Kompol Roganda, Senin (30/3/2026).

Dalam tuntutannya, ketiga ormas meminta pengelolaan pasar dilakukan secara lebih modern, transparan, dan akuntabel. Mereka juga meminta agar fasilitas parkir dibuka untuk umum bagi pengunjung Tangga Arung Square selama proses pengambilan keputusan terkait manajemen.

Kompol Roganda mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial. Ia memastikan aktivitas pasar, baik pemilik kios maupun pengelola, tetap berjalan normal.

“Warga masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu khawatir. Semua aktivitas di pasar ini masih berjalan dengan baik. Kedepannya, pengelolaan pasar akan lebih modern dan transparan,” katanya.

Polres Kukar, lanjut Roganda, berkomitmen menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Kepolisian juga membuka ruang mediasi apabila ada pihak yang merasa haknya dilanggar atau membutuhkan penengah.

“Apabila perlu kami memediasikan atau menengahi, kami siap. Silakan ke Polres Kutai Kartanegara. Kita ini semua sama-sama orang Kutai Kartanegara, semuanya bersaudara,” tutupnya.