SPMB DIY 2026 Dibuka, Pemda Siapkan 33.279 Kursi SMA/SMK Negeri dan Tegaskan Seleksi Transparan

SPMB DIY 2026 Dibuka, Pemda Siapkan 33.279 Kursi SMA/SMK Negeri dan Tegaskan Seleksi Transparan

Penerimaan siswa baru tingkat SMA dan SMK Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai. Pemerintah daerah menegaskan proses seleksi dilakukan secara transparan dengan menyiapkan total 33.279 kursi serta menutup ruang bagi praktik titipan.

Kebijakan tersebut diatur melalui Keputusan Gubernur DIY Nomor 95 Tahun 2026. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara daring dengan sistem terintegrasi.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Suci Rohmadi, menyatakan prinsip keadilan menjadi landasan utama pelaksanaan penerimaan tahun ini. Menurutnya, setiap tahapan seleksi berlangsung terbuka, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak luar.

Dari total daya tampung yang disediakan, 15.048 kursi dialokasikan untuk SMA Negeri, sedangkan 18.231 kursi disiapkan bagi SMK Negeri di seluruh wilayah DIY.

Seleksi penerimaan dibagi dalam empat jalur. Jalur domisili menjadi porsi terbesar dengan kuota 35 persen, menggunakan sistem zonasi berbasis radius dan wilayah. Jalur afirmasi memiliki kuota 30 persen untuk keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas sebagai upaya pemerataan akses pendidikan. Jalur prestasi mensyaratkan nilai gabungan minimal 280, terutama bagi pendaftar dari luar rayon tertentu. Sementara jalur mutasi ditujukan bagi calon siswa yang orang tuanya mengalami perpindahan tugas.

Dalam penilaian seleksi, komposisi nilai ditetapkan 60 persen berasal dari hasil tes kemampuan akademik dan ASPD, serta 40 persen dari nilai rapor selama lima semester. Skema ini menjadi dasar penentuan kelulusan.

Tahapan SPMB diawali dengan verifikasi dokumen pada awal Juni 2026. Pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Juni, sedangkan pengumuman hasil seleksi direncanakan pada 26 Juni pukul 10.00 WIB.

Di tingkat sekolah, persiapan teknis juga dilakukan. SMA Negeri 6 Yogyakarta, misalnya, membentuk tim khusus SPMB dan membuka layanan informasi bagi masyarakat sejak lebih awal. Kepala sekolah Sri Moerni menyebut pihaknya menyiapkan ruang layanan, perangkat komputer, serta pendampingan bagi orang tua yang membutuhkan bantuan.

SMA Negeri 6 Yogyakarta membuka delapan rombongan belajar dengan kapasitas 288 siswa, termasuk kuota untuk siswa inklusi. Sekolah mencatat sejumlah orang tua telah datang untuk mencari informasi, sehingga layanan berjalan lebih awal.