Sejumlah informasi keliru atau hoaks kembali menyasar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Klaim-klaim tersebut beredar di berbagai platform media sosial serta aplikasi percakapan, dengan narasi yang beragam—mulai dari iming-iming hadiah uang hingga kabar kondisi kesehatan.
Berikut rangkuman beberapa hoaks yang beredar dan telah menjadi perhatian pemeriksa fakta.
1. Klaim hadiah puluhan juta lewat jawaban pertanyaan di Facebook
Di media sosial beredar sebuah video yang disertai narasi seolah-olah Dedi Mulyadi memberikan hadiah “puluhan juta” bagi siapa pun yang bisa menjawab pertanyaan terkait nama provinsi di Indonesia. Unggahan yang ditemukan beredar pada 20 Juli 2026 itu memuat ajakan untuk mengirim jawaban, termasuk melalui WhatsApp, dengan klaim bahwa hadiah benar adanya.
2. Klaim pembagian uang Rp 100 juta lewat tebak nama provinsi
Hoaks lain menarasikan seakan-akan Dedi Mulyadi membagikan bantuan sebesar Rp 100 juta melalui mekanisme “tebak nama provinsi” di Facebook. Salah satu unggahan yang memuat klaim tersebut diposting pada 8 Juli 2026 dengan kalimat yang menyatakan penerima “berhak menerima hadiah bantuan” sesuai janji.
3. Klaim foto Dedi Mulyadi sakit pada Juni 2026
Selain hoaks bermuatan hadiah, beredar pula klaim mengenai kondisi kesehatan Dedi Mulyadi. Sebuah unggahan Facebook pada 25 Juni 2026 menampilkan tiga foto yang menggambarkan sosok yang disebut sebagai Dedi Mulyadi sedang terbaring di tempat tidur rumah sakit, dengan infus terpasang dan mengenakan baju bermotif batik berwarna cokelat tua. Unggahan itu disertai ajakan doa dan narasi bahwa ia dikabarkan jatuh sakit.
Ragam klaim tersebut menunjukkan pola penyebaran hoaks yang memanfaatkan figur publik untuk menarik perhatian, baik melalui iming-iming hadiah maupun kabar pribadi. Masyarakat diimbau berhati-hati saat menerima informasi serupa, terutama yang meminta pengiriman jawaban atau kontak melalui kanal pribadi seperti WhatsApp.