Di media sosial beredar narasi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto resmi memperoleh pinjaman baru dari Jepang dan Korea Selatan senilai Rp 500,5 triliun. Dana itu diklaim akan digunakan untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), disertai pernyataan bahwa total utang negara mencapai Rp 15.000 triliun.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan informasi tersebut keliru. Narasi yang beredar juga mencatut nama Kompas.com.
Klaim itu muncul dalam sejumlah unggahan Facebook pada Minggu (9/8/2026). Unggahan menampilkan foto Prabowo berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, disertai teks: “Presiden Prabowo resmi menerima pinjaman dana dari Korea dan Jepang senilai 500,5 trilyun untuk melanjutkan program MBG dan Kopdes. Total hutang negara mencapai 15000 trilyun.”
Kompas.com menelusuri asal foto tersebut menggunakan teknik reverse image search. Hasilnya, gambar itu identik dengan unggahan akun Instagram Kompas.com pada Kamis (6/8/2026). Dalam unggahan aslinya, Kompas.com menulis tajuk: “Korsel: Indonesia Sudah Atur Pembicaraan dengan Korut tapi Ditolak”, serta mencantumkan keterangan bahwa foto ilustrasi berasal dari Sekretariat Presiden.
Berdasarkan keterangan di laman resmi Sekretariat Presiden, foto itu diambil saat pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada 1 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa hasilnya adalah komitmen kerja sama berupa investasi bisnis senilai 33,89 miliar dollar AS atau sekitar Rp 575 triliun. Informasi yang ditemukan tidak menyebut adanya pinjaman Rp 500,5 triliun dari Jepang dan Korea Selatan untuk MBG maupun KDMP sebagaimana klaim yang beredar.