Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo melakukan silaturahmi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, Jumat (7/8) sore. Kedatangan Danang bersama jajaran disambut Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah di kantor PCNU.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal Danang memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di Kota Malang, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, ulama, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Danang menekankan pentingnya komunikasi dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan untuk memahami persoalan di masyarakat secara utuh. Menurutnya, setiap keluhan dan aspirasi perlu didengar dan ditindaklanjuti sesuai tugas serta kewenangan masing-masing.
Selain mempererat hubungan kelembagaan, dialog juga membahas sejumlah persoalan sosial dan potensi gangguan kamtibmas yang dinilai membutuhkan penanganan bersama. Danang menyampaikan pihaknya turut berkoordinasi dengan Wali Kota Malang agar berbagai masalah sosial dapat diselesaikan melalui jalur damai atau mediasi. Ia juga mendorong agar pihak-pihak yang berselisih dapat dipertemukan dengan melibatkan PCNU dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Dalam kesempatan itu, Danang menilai persoalan terkait perilaku menyimpang dan kekerasan seksual perlu menjadi perhatian serius semua pihak. Upaya pencegahan dinilai penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Ia juga mendorong pengelola pondok pesantren melakukan evaluasi internal untuk membangun sistem pencegahan yang mampu mendeteksi potensi persoalan sejak dini. Menurutnya, penanganan kasus-kasus sensitif harus dilakukan secara profesional dan proporsional agar proses berjalan sesuai ketentuan tanpa merugikan pihak-pihak yang terlibat.
Untuk memperkuat langkah preventif dan preemtif, Danang mendorong edukasi kepada masyarakat dilakukan berkelanjutan melalui berbagai kanal komunikasi. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pemanfaatan podcast sebagai sarana edukasi dan penyamaan persepsi.
Danang menambahkan, karakter masyarakat Kota Malang yang beragam serta tingginya mobilitas sebagai kota pendidikan memerlukan pola pengamanan yang melibatkan berbagai unsur. Ia menilai kolaborasi lintas sektor dan lintas agama menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah menyebut silaturahmi tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara ulama dan kepolisian. Menurutnya, berbagai persoalan yang berkembang di Kota Malang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Dalam pertemuan itu, PCNU turut menyoroti sejumlah fenomena sosial yang dinilai memerlukan perhatian bersama. PCNU menilai penanganannya perlu mengedepankan edukasi, pencegahan, komunikasi, serta penegakan aturan apabila ditemukan pelanggaran hukum.