Komisi Sekuritas Negara (SSC) menegaskan pentingnya transparansi bagi perusahaan yang ingin menghimpun dana melalui pasar modal. Pesan tersebut disampaikan dalam konferensi bertajuk “Penerbitan Sekuritas – Sebuah Penggerak Pertumbuhan Ekonomi” yang digelar pada 7 Juli 2026.
Ketua SSC Vu Thi Chan Phuong mengatakan Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi dua digit serta menjadi negara maju berpenghasilan tinggi pada 2045. Menurutnya, untuk mencapai target tersebut, mobilisasi sumber daya sosial secara efektif melalui pasar modal menjadi kebutuhan penting.
Ia menjelaskan, perbankan umumnya memenuhi kebutuhan modal jangka pendek, sementara pasar saham memiliki keunggulan dalam menyediakan pendanaan jangka menengah dan panjang. Melalui penerbitan saham dan obligasi, arus modal dapat dialokasikan kepada perusahaan yang memiliki strategi pengembangan yang jelas, tata kelola yang baik, serta penggunaan modal yang efisien.
Phuong menambahkan, penggalangan dana lewat pasar modal tidak hanya menambah sumber daya keuangan perusahaan, tetapi juga mendorong perbaikan tata kelola, peningkatan transparansi dan akuntabilitas, serta memperkuat reputasi di mata investor domestik maupun asing.
Dari sisi ekonomi, ia menyebut setiap penerbitan yang sukses tidak hanya menyediakan modal bagi perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada perluasan produksi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan pertumbuhan PDB.
Data SSC menunjukkan, pada 2025 total nilai modal yang dihimpun melalui penempatan saham dan obligasi korporasi secara privat mencapai lebih dari 763.000 miliar VND. Pada enam bulan pertama 2026, nilai penerbitan saham mencapai 114.000 miliar VND atau naik lebih dari 67% dibanding periode yang sama, sementara penempatan obligasi korporasi secara privat mencapai hampir 149.000 miliar VND, setara dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Phuong, capaian tersebut mencerminkan kebutuhan perusahaan untuk memperluas investasi sekaligus menguatnya kepercayaan investor terhadap pasar saham Vietnam.
Meski menawarkan peluang, regulator menilai kualitas perusahaan tetap menjadi faktor penentu dalam mengakses pendanaan. Kepala Badan Pengelola Penawaran Sekuritas SSC, Khuong Tien Hung, mengatakan otoritas akan menelaah ketat dokumen penerbitan, terutama kualitas laporan keuangan.
Hung menekankan perusahaan yang ingin menghimpun modal harus “merapikan kekacauan” terlebih dahulu, khususnya pada laporan keuangan, sebelum menawarkan sekuritas. Ia menyoroti temuan di lapangan bahwa sejumlah perusahaan menyatakan kebutuhan tambahan modal karena kekurangan arus kas, namun laporan keuangannya mencatat banyak pinjaman, utang, atau uang muka kepada pihak eksternal dalam jumlah besar. Kondisi ini, menurutnya, dapat memunculkan keraguan terkait transparansi dan efektivitas penggunaan modal.
Selain itu, SSC juga akan meninjau secara cermat reksa dana dan kontrak kerja sama bisnis (BCC) untuk mencegah dana yang telah dihimpun ditarik dari perusahaan untuk tujuan yang tidak semestinya.
Terkait prospektus, Hung mengatakan perusahaan perlu mengungkapkan informasi secara lengkap dengan menyeimbangkan peluang dan risiko. Ia menegaskan perusahaan sebaiknya tidak hanya menonjolkan faktor menguntungkan sambil mengabaikan risiko yang signifikan, dan seluruh informasi yang disampaikan harus didukung bukti yang jelas.
Dalam pengawasan pasar obligasi, otoritas juga memperkenalkan langkah baru berupa peningkatan pengawasan penerbitan obligasi melalui mekanisme konektivitas data dengan pemerintah daerah. Direktur Jenderal Bursa Efek Hanoi, Vu Thi Thuy Nga, mengatakan portal informasi obligasi korporasi telah ditingkatkan agar terhubung langsung dengan Komite Rakyat provinsi dan kota.
Menurut Nga, sistem tersebut akan secara otomatis menetapkan kewenangan dan mentransfer data mengenai status penerbitan obligasi perusahaan non-publik di masing-masing wilayah. Dengan demikian, pemerintah daerah diharapkan dapat memantau, memeriksa, dan menangani pelanggaran secara proaktif sesuai prinsip desentralisasi dalam Keputusan 200.
Sejumlah ahli menilai pasar saham Vietnam tidak kekurangan modal, namun dana akan semakin selektif dan cenderung mengalir ke perusahaan yang patuh hukum, memiliki tata kelola baik, dan transparan. Seiring penyempurnaan kerangka hukum, kondisi ini dipandang dapat menjadi fondasi bagi pasar modal untuk berkembang lebih aman dan berkelanjutan serta berkontribusi lebih efektif terhadap pertumbuhan ekonomi.