Provinsi Perketat Transparansi Penerimaan Siswa di 11 SMP Asrama Etnis Minoritas

Provinsi Perketat Transparansi Penerimaan Siswa di 11 SMP Asrama Etnis Minoritas

Provinsi ini saat ini memiliki 11 sekolah menengah pertama (SMP) berasrama untuk kelompok etnis minoritas yang tersebar di komune Bá Thước, Cẩm Thủy, Quan Hóa, Thạch Thành, Lang Chánh, Ngọc Lặc, Mường Lát, Như Thanh, Như Xuân, Quan Sơn, dan Thường Xuân. Model sekolah tersebut disebut mencerminkan perhatian khusus Partai dan Negara terhadap kelompok etnis minoritas serta wilayah pegunungan, dengan tujuan membentuk sumber daya manusia berkualitas untuk mendukung pembangunan sosial-ekonomi di daerah setempat.

Selama menempuh pendidikan dan tinggal di asrama, siswa menerima berbagai kebijakan preferensial dari negara. Karena itu, proses penerimaan siswa di sekolah-sekolah ini dinilai sensitif dan sebelumnya pernah memunculkan persoalan korupsi serta praktik negatif.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan hukum, sejak Maret 2026 Departemen Pendidikan dan Pelatihan menerbitkan dokumen pedoman bagi 11 SMP berasrama etnis terkait penerimaan siswa kelas 6 tahun ajaran 2026–2027. Pedoman tersebut mewajibkan daerah dan unit terkait menerapkan secara ketat persyaratan tentang kelayakan, kuota, wilayah geografis, prinsip, prosedur, serta tenggat waktu pendaftaran. Dokumen itu juga memperjelas tanggung jawab Komite Rakyat tingkat kecamatan dan pihak sekolah dalam seluruh tahapan penerimaan.

Di SMP Asrama Etnis Quan Son, penerimaan siswa untuk tahun ajaran 2026–2027 mulai dilakukan secara proaktif sejak Mei 2026 dengan memublikasikan rencana penerimaan secara luas. Sekolah juga menelaah regulasi sejak awal untuk menetapkan secara jelas wilayah rekrutmen pada tiap tahap, sekaligus mengumumkan daftar desa, dusun, dan kecamatan yang masuk kriteria penerimaan agar orang tua dan siswa dapat mengetahuinya.

Kepala SMP Asrama Etnis Quan Son, Le Duy Dung, mengatakan bahwa sejak tahap pendaftaran petugas penerimaan melakukan pengecekan awal registrasi tempat tinggal tetap calon siswa melalui aplikasi VNeID di perangkat seluler orang tua. Setelah masa pendaftaran berakhir, sekolah menugaskan staf untuk berkoordinasi dengan kepolisian di kecamatan guna memverifikasi registrasi tempat tinggal tetap siswa.

Hingga saat ini, Dewan Penerimaan Siswa SMP Asrama Etnis Quan Son telah menyelesaikan seleksi pendahuluan dan memastikan kuota 70 siswa terpenuhi. Daftar hasil seleksi pendahuluan dipublikasikan agar dapat dilihat orang tua dan siswa. Sekolah menyatakan, dalam waktu lima hari apabila tidak ada keberatan, hasil resmi dan daftar siswa yang diterima di kelas 6 tahun ajaran 2026–2027 akan diumumkan.

Prinsip keterbukaan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi juga diterapkan SMP Asrama Etnis Thuong Xuan dalam penerimaan siswa kelas 6 tahun ajaran 2016–2027. Sekolah tersebut berkoordinasi dengan sekolah dasar dan pemerintah daerah di wilayah penerimaan untuk menyebarluaskan informasi mengenai kelompok sasaran, wilayah penerimaan, jangka waktu, serta metode penerimaan agar siswa dan orang tua memperoleh informasi yang lengkap.

Kepala SMP Asrama Etnis Thuong Xuan, Cam Thi Hoan, menyampaikan bahwa sekolah pada dasarnya telah menyelesaikan pengumpulan formulir pendaftaran calon siswa melalui metode daring dan tatap muka. Tahap berikutnya adalah seleksi oleh panitia penerimaan berdasarkan hasil penilaian dalam rapor sekolah dasar, termasuk nilai ujian berkala sepanjang tahun ajaran, tingkat prestasi pada mata pelajaran yang ditentukan, serta ketentuan terkait lainnya. Ia menegaskan proses penerimaan diarahkan untuk menjamin transparansi, keadilan, dan kelayakan bagi calon siswa yang memenuhi syarat, serta ditargetkan selesai sebelum 31 Juli 2026 sesuai ketentuan provinsi.