Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) agar penanganan dan mitigasi bencana dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah Payakumbuh, Rida Ananda, yang mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, saat menghadiri Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penggunaan TKD di Padang, Kamis (26/03/2026).
Rida menyebut rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pemahaman pemerintah daerah terkait pemanfaatan TKD, terutama dalam konteks penanggulangan bencana.
Ia menilai keikutsertaan Pemko Payakumbuh dalam kegiatan yang diselenggarakan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri sebagai langkah konkret untuk memastikan pengelolaan anggaran berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat guna.
“Pengawasan dan evaluasi yang kuat menjadi kunci agar setiap alokasi anggaran benar-benar mampu menjawab kebutuhan daerah, terutama dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja,” ujar Rida.
Dalam kegiatan tersebut, tim Inspektorat Jenderal Kemendagri memberikan arahan teknis yang mencakup seluruh tahapan pengelolaan anggaran, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan penggunaan TKD.
Evaluasi juga diarahkan pada kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi risiko bencana melalui pengalokasian anggaran berbasis prioritas dan kebutuhan riil di lapangan.
Rida menambahkan, Pemko Payakumbuh akan terus mengoptimalkan pemanfaatan TKD agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan pascabencana.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat kualitas pengelolaan keuangan. Menurutnya, kolaborasi yang solid dapat mendorong efektivitas penggunaan anggaran sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

