Kinderstation School Soroti Pentingnya Transparansi dan Komunikasi Usai Kasus Daycare Viral

Kinderstation School Soroti Pentingnya Transparansi dan Komunikasi Usai Kasus Daycare Viral

YOGYAKARTA — Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare yang belakangan viral turut menjadi perhatian lembaga pendidikan anak usia dini. Kinderstation School menilai peristiwa tersebut sebagai ironi yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan dan pengasuhan anak.

Kepala Sekolah Kinderstation Senior High School, Maria Miwita Rosari, S.Pd., menyayangkan adanya kasus yang menempatkan anak-anak sebagai korban dan memicu kekecewaan orang tua. Ia menyebut kejadian itu sebagai hal yang mengiris hati dan menilai persoalan tersebut sudah masuk ranah kriminal.

Maria menekankan, peristiwa ini semestinya menjadi pembelajaran bagi orang tua maupun penyelenggara pendidikan agar lebih mengutamakan transparansi serta membangun kepercayaan. Ia menjelaskan, Kinderstation School menerapkan mekanisme yang memungkinkan orang tua mengenal lingkungan sekolah sebelum menitipkan anak, salah satunya melalui program sit-in class agar orang tua dapat mengamati langsung proses pembelajaran dan interaksi anak di sekolah.

“Kami berusaha membangun trust antara orang tua, anak, dan sekolah. Orang tua perlu mengetahui bagaimana budaya sekolah, bagaimana proses pembelajaran berlangsung, serta bagaimana anak diperlakukan sehari-hari,” kata Maria.

Sementara itu, Marketing Communication Kinderstation School, Reina Salsabila, menilai kasus daycare viral berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penitipan anak secara umum. Menurutnya, Yogyakarta selama ini dikenal sebagai kota pelajar dan kota yang ramah, sehingga kasus semacam itu dapat memunculkan kekhawatiran orang tua dan mengurangi kepercayaan terhadap daycare secara keseluruhan.

Reina menegaskan, daycare seharusnya berfungsi sebagai perpanjangan tangan orang tua dalam mengawasi dan mendukung tumbuh kembang anak, bukan menggantikan peran orang tua dalam pengasuhan. Ia menyampaikan bahwa merawat dan membesarkan anak tetap menjadi peran utama orang tua, sedangkan daycare mendampingi anak saat orang tua bekerja.

Kinderstation School menyatakan tidak mengalami penurunan minat masyarakat setelah kasus tersebut mencuat. Namun, pihak sekolah mengakui orang tua kini lebih aktif bertanya mengenai sistem pengawasan dan keamanan anak di daycare.

Sebagai bentuk keterbukaan, Kinderstation menyediakan sesi observasi, wawancara orang tua, trial class, hingga ruang tunggu yang memungkinkan orang tua memantau proses adaptasi anak pada masa awal sekolah. Reina menambahkan, komunikasi menjadi aspek penting untuk menjawab kekhawatiran orang tua, mengingat orang tua paling memahami kebutuhan anaknya dan sekolah berperan sebagai mitra untuk memastikan anak aman, nyaman, serta berkembang dengan baik.

Di akhir pernyataannya, Kinderstation School mengajak masyarakat untuk tidak menggeneralisasi seluruh layanan daycare hanya berdasarkan satu kasus. Mereka menyebut masih banyak lembaga penitipan anak yang menjalankan tugas pengasuhan secara profesional dan bertanggung jawab, serta menekankan pentingnya kesesuaian visi antara orang tua dan sekolah dengan komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan.