Kemenag Yogyakarta: Uji Publik Kurikulum Dorong Transparansi dan Relevansi Madrasah

Kemenag Yogyakarta: Uji Publik Kurikulum Dorong Transparansi dan Relevansi Madrasah

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menegaskan uji publik kurikulum merupakan langkah strategis untuk mewujudkan madrasah yang lebih transparan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik serta para pemangku kepentingan.

Pernyataan itu disampaikan Shidqi saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan Uji Publik Kurikulum MTs dan MA Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Kampus Induk Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (6/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Tim Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DIY, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Yogyakarta, pengawas madrasah, serta para pemangku kepentingan pendidikan.

Dalam sambutannya, Shidqi menyampaikan bahwa penyelenggaraan uji publik kurikulum saat ini menjadi sebuah keniscayaan. Menurutnya, penyusunan kurikulum tidak cukup hanya memenuhi aspek administratif, tetapi harus mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik, perkembangan zaman, serta harapan masyarakat sebagai stakeholder pendidikan.

“Uji publik menjadi bagian penting agar kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan peserta didik dan harapan para stakeholder,” kata Shidqi.

Ia menambahkan, transparansi menjadi salah satu tuntutan utama dalam dunia pendidikan. Karena itu, madrasah perlu membuka ruang partisipasi publik agar masyarakat dapat memahami arah pengembangan kurikulum sekaligus memberikan masukan konstruktif demi peningkatan mutu pendidikan.

Shidqi juga mengapresiasi komitmen Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat posisi Mu’allimin sebagai salah satu madrasah unggulan di Kota Yogyakarta.

Ia berharap uji publik tidak berhenti sebagai formalitas, melainkan menjadi wadah penyempurnaan kurikulum agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan sesuai kebutuhan stakeholder.

Menutup sambutannya, Shidqi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta atas komitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penyusunan kurikulum yang partisipatif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Sementara itu, Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta menyampaikan uji publik kurikulum menjadi momentum penting untuk menentukan arah penyelenggaraan pendidikan selama satu tahun ajaran ke depan. Menurutnya, kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen utama untuk mewujudkan cita-cita madrasah dalam mencetak generasi unggul.

Ia menjelaskan, pengembangan kurikulum disusun dengan memperhatikan isu dan tantangan pendidikan masa kini agar mampu membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan di masa depan. Untuk Tahun Ajaran 2026/2027, Mu’allimin mengusung tema besar “Akselerasi Kualitas Pembelajaran dan Kompetensi” sebagai komitmen memperkuat mutu pembelajaran sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.

Melalui forum uji publik, berbagai masukan dari pemerintah, pengawas madrasah, praktisi pendidikan, dan stakeholder diharapkan dapat menyempurnakan Kurikulum MTs dan MA Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Ajaran 2026/2027 agar semakin adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.