Darmadi Durianto Minta Kejelasan soal Istilah Dugaan Proyek A24 yang Dikaitkan dengan Danantara

Darmadi Durianto Minta Kejelasan soal Istilah Dugaan Proyek A24 yang Dikaitkan dengan Danantara

Jakarta — Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menyoroti munculnya istilah dugaan proyek A24 yang belakangan dikaitkan dengan Danantara. Menurutnya, kemunculan istilah yang belum jelas itu memunculkan pertanyaan mendasar di publik, terutama terkait transparansi dalam pengelolaan investasi negara.

Darmadi mempertanyakan apa yang dimaksud dengan A24 dan menilai persoalan utamanya bukan pada istilah, melainkan pada keterbukaan informasi. Ia mengajukan sejumlah pertanyaan, mulai dari apakah A24 merupakan proyek strategis, bagian dari portofolio investasi bernilai triliunan rupiah, atau sekadar kode internal yang belum siap dipublikasikan.

Ia menegaskan Danantara memegang mandat besar dalam mengelola aset negara dan berpotensi menggerakkan investasi hingga ratusan triliun rupiah. Dalam konteks sebesar itu, Darmadi menilai tidak boleh ada ruang abu-abu dalam setiap kebijakan yang diambil karena menyangkut uang negara, risiko fiskal, dan kepercayaan publik.

Darmadi juga menyinggung proses uji tuntas (due diligence) yang lazim dilakukan dalam investasi. Namun, ia mengingatkan tahapan tersebut tidak semestinya dijadikan alasan untuk menutup informasi dasar kepada masyarakat.

Menurutnya, publik berhak mengetahui setidaknya aspek-aspek mendasar dari investasi yang dijalankan, seperti sektor yang disentuh, potensi nilai investasi, serta dampaknya terhadap perekonomian nasional. Ia menilai tanpa penjelasan yang memadai, istilah seperti A24 berisiko memicu spekulasi dan dugaan yang dapat menimbulkan efek negatif terhadap pasar.

Ia mengingatkan spekulasi merupakan ancaman bagi stabilitas di dunia investasi. Darmadi menekankan pentingnya mencegah terulangnya pengalaman masa lalu ketika proyek besar berjalan tanpa akuntabilitas yang jelas dan pada akhirnya menjadi beban negara.

Di akhir pernyataannya, Darmadi menegaskan transparansi bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban dalam pengelolaan investasi negara berskala besar. Ia kembali meminta penjelasan yang jelas mengenai A24 dan meminta manajemen investasi Danantara memberikan jawaban yang transparan serta dapat dipahami publik.