BGN Minta SPPG di Riau Transparan soal Program MBG Lewat Media Sosial

BGN Minta SPPG di Riau Transparan soal Program MBG Lewat Media Sosial

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memanfaatkan media sosial sebagai sarana transparansi dan penyampaian informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau.

Di Riau, dari total 633 SPPG, baru 251 yang memiliki akun Facebook. Sementara itu, jumlah SPPG yang memiliki akun Instagram dan TikTok masih terbatas, masing-masing 30 dan 14 akun. Sony menyebut instruksi pembuatan akun media sosial telah disampaikan sejak delapan bulan lalu.

Menurut Sony, media sosial dinilai efektif untuk menyampaikan informasi secara terbuka, terutama mengenai jenis makanan yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat MBG. Ia menekankan masyarakat berhak mengetahui makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka, sehingga informasi tidak perlu lagi disampaikan secara langsung dari rumah ke rumah.

BGN juga meminta setiap SPPG mempublikasikan informasi secara rinci, mulai dari menu makanan, kandungan gizi, hingga harga setiap komponen bahan pangan yang digunakan. Langkah ini disebut penting untuk merespons berbagai persepsi negatif yang berkembang di masyarakat.

“Transparansi ini penting untuk menjelaskan bahwa program berjalan sesuai ketentuan. Misalnya, harga susu, telur, hingga buah yang disajikan harus dicantumkan agar masyarakat memahami komposisi biaya,” ujar Sony.

Selain akun resmi milik SPPG, Sony menyampaikan unsur pelaksana program, termasuk K SPPG dan tenaga ahli gizi, juga diminta memiliki akun media sosial resmi. Tujuannya untuk memperkuat penyebaran informasi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi melalui media sosial dapat menjadi alat pengawasan publik, sehingga potensi penyimpangan dapat diminimalkan karena masyarakat bisa memantau langsung pelaksanaan program di lapangan.

“Medsos bukan untuk menyerang, melainkan untuk memberikan informasi yang benar. Dengan keterbukaan, masyarakat bisa ikut mengawasi sehingga program berjalan lebih baik,” kata Sony.