Vietnam Percepat Sistem Ketertelusuran untuk Transparansi Rantai Pasok Produk Pertanian

Vietnam Percepat Sistem Ketertelusuran untuk Transparansi Rantai Pasok Produk Pertanian

Wakil Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup Vietnam, Hoang Trung, pada 28 Mei memimpin rapat evaluasi kemajuan penerapan sistem ketertelusuran produk pertanian, kehutanan, dan perikanan. Pertemuan tersebut mencatat sejumlah hasil positif dari fase percontohan, sekaligus merinci pekerjaan yang masih harus diselesaikan dalam waktu tersisa sebelum penerapan lebih luas.

Program percontohan ini dirancang untuk menyempurnakan proses pelaksanaan, termasuk infrastruktur teknis dan mekanisme koordinasi antarpihak. Direktur Departemen Sains dan Teknologi, Nguyen Van Long, menyebut uji coba ketertelusuran—termasuk untuk ekspor durian skala besar ke Tiongkok—menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. Ia menekankan bahwa fase ini menjadi ruang pembelajaran untuk mengubah ketentuan regulasi menjadi proses yang dapat dijalankan di lapangan dengan keterlibatan penuh pelaku rantai pasok.

Untuk mendukung pelaksanaan, Kementerian menerbitkan Surat Resmi 3226 pada 3 April yang memandu implementasi ketertelusuran durian. Kementerian juga menggelar pelatihan di Provinsi Dong Thap dan Dak Lak yang diikuti lebih dari 600 peserta dari instansi, pelaku usaha, dan produsen. Hingga kini, 16 perusahaan telah mendaftar mengikuti program percontohan berdasarkan Keputusan 5272/QD-BNNMT, dengan dua unit memperoleh dukungan langsung berupa pelatihan praktik agar dapat menerapkan proses secara penuh.

Langkah koordinasi dengan mitra dagang juga dilakukan. Pada 23 Mei, Kementerian mengirim nota diplomatik kepada Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok untuk menginformasikan sistem ketertelusuran Vietnam, templat label ketertelusuran, serta daftar kode area penanaman, fasilitas pengemasan, dan laboratorium pengujian yang melayani ekspor durian. Sebelumnya, dua kontainer durian telah diekspor secara uji coba melalui gerbang perbatasan Huu Nghi menggunakan label ketertelusuran elektronik, yang sekaligus menguji operasional sistem dalam praktik.

Secara keseluruhan, sistem ketertelusuran telah memperbarui sekitar 18.000 produk dalam 112 kelompok produk dari 26 dari total 34 provinsi dan kota. Partisipasi mencakup 919 batch, 547 rumah tangga petani, 255 area pertanian, dan 149 pelaku usaha. Selain durian, penerapan ketertelusuran juga berjalan untuk komoditas lain seperti beras, daging, telur, susu, teh, buah-buahan, dan makanan laut.

Wakil Direktur Departemen Transformasi Digital, Nguyen Bao Trung, menyampaikan bahwa infrastruktur teknis telah disiapkan untuk penerapan pada 2026. Dua sistem yang dikembangkan Netacom dan CheckVN telah melalui penilaian keamanan informasi dan masih perlu ditinjau serta disempurnakan sebelum dialihkan ke operasi terpusat di Departemen. Langkah ini ditujukan untuk memastikan pengelolaan kualitas sistem yang ketat dan memprioritaskan keamanan informasi.

Menurut Nguyen Bao Trung, pengalaman dari percontohan durian memperjelas prinsip operasional bahwa setiap entitas dalam rantai pasok—mulai dari area bahan baku, pedagang, fasilitas pengemasan hingga perusahaan ekspor—bertanggung jawab atas data masing-masing. Pendekatan berjenjang ini dinilai praktis untuk menjaga keaslian informasi ketertelusuran. Departemen Transformasi Digital juga bekerja sama menyusun arsitektur sistem dan menyelesaikan pedoman teknis konektivitas data antara perangkat lunak perusahaan dan sistem bersama Kementerian.

Menutup rapat, Hoang Trung menyatakan infrastruktur teknis pada dasarnya siap untuk menerima dan mengoperasikan sistem ketertelusuran. Ia mengarahkan agar fokus diarahkan pada bagian yang dapat segera diaktifkan untuk menghasilkan produk konkret dan mulai beroperasi pada 1 Juli, sejalan dengan Keputusan Menteri Nomor 25 tentang rencana pelaksanaan ketertelusuran produk pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Hoang Trung juga meminta agar prioritas diberikan pada evaluasi ulang dan pemanfaatan sistem yang sudah ada, alih-alih memulai dari awal, sembari mempercepat pengujian keamanan informasi. Setiap sektor diminta memilih satu hingga tiga produk utama untuk membangun model percontohan dengan memanfaatkan pelaku usaha dan infrastruktur yang telah tersedia.

Dalam arahannya, Wakil Menteri menegaskan sistem ketertelusuran merupakan alat manajemen untuk meningkatkan transparansi informasi dan memperbaiki kualitas tata kelola negara, bukan hambatan administratif atau persyaratan wajib baru bagi perusahaan ekspor.

Ke depan, Kementerian akan melanjutkan penyempurnaan rancangan surat edaran tentang ketertelusuran produk pertanian, berkoordinasi dengan Kementerian Keamanan Publik untuk mengembangkan regulasi terkait, serta memperluas percontohan ke sektor-sektor komoditas utama. Langkah ini ditujukan untuk membangun fondasi transparansi jangka panjang bagi rantai pasok pertanian Vietnam.