Tugu Reasuransi Raih Indonesia Excellence GCG Awards 2026, Tegaskan Penguatan Transparansi dan Akuntabilitas

Tugu Reasuransi Raih Indonesia Excellence GCG Awards 2026, Tegaskan Penguatan Transparansi dan Akuntabilitas

PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan melalui penguatan transparansi, akuntabilitas, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi. Komitmen tersebut mengantarkan perusahaan meraih penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026.

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten, yang menjadi fondasi perusahaan dalam menjalankan bisnis secara transparan, akuntabel, bertanggung jawab, independen, serta selaras dengan nilai-nilai perusahaan.

Dengan tema “Building Trust Through Future-Ready Governance”, ajang ini menilai perusahaan yang dinilai mampu mengimplementasikan tata kelola yang adaptif terhadap perkembangan bisnis, transformasi digital, dan tuntutan keberlanjutan. Proses penilaian dilakukan melalui metode desk research dan media monitoring, dengan evaluasi pada sejumlah aspek seperti transparansi, akuntabilitas, reputasi perusahaan, tata kelola digital, manajemen risiko, hingga implementasi keberlanjutan.

Direktur Operasional PT Tugu Reasuransi Indonesia, Erwin Basri, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat penerapan GCG sebagai dasar mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Bagi kami, tata kelola yang baik bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang terus bertumbuh, menjunjung tinggi kejujuran, dan bertanggung jawab dalam setiap langkah perusahaan,” ujar Erwin Basri.

Seiring transformasi bisnis yang berjalan, Tugure memperkuat implementasi GCG melalui optimalisasi manajemen risiko, penguatan sistem pengendalian internal, digitalisasi proses bisnis, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan budaya kepatuhan di seluruh lingkungan perusahaan. Langkah ini disebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga daya saing, meningkatkan kepercayaan, dan menciptakan pertumbuhan usaha yang sehat serta berkelanjutan di tengah dinamika industri.

Dari kinerja keuangan, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp110 miliar, yang didukung peningkatan hasil jasa asuransi dan hasil investasi. Di sisi pelaporan, implementasi PSAK 117 disebut memperkuat kualitas pelaporan keuangan sehingga kondisi keuangan perusahaan dapat disajikan lebih transparan, komprehensif, dan sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Komitmen tata kelola juga tercermin dari kepatuhan terhadap regulasi. Perusahaan menyatakan tidak hanya memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tetapi juga melampaui standar kesehatan keuangan yang dipersyaratkan. Hingga akhir 2025, Risk Based Capital (RBC) Tugure tercatat sebesar 201,43%, di atas batas minimum regulator.

Dari sisi permodalan, total ekuitas perusahaan mencapai sekitar Rp1,5 triliun dan telah memenuhi ketentuan modal minimum industri reasuransi untuk 2026. Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas permodalan melalui pencapaian Kelompok Perusahaan Perasuransian Berdasarkan Ekuitas (KPPE) 2 pada 2028, dengan proyeksi pertumbuhan ekuitas secara organik hingga mencapai Rp2 triliun.