Transparansi Harga Jadi Fokus Ha Tinh Bangun Kepercayaan Wisatawan di Musim Pantai 2026

Transparansi Harga Jadi Fokus Ha Tinh Bangun Kepercayaan Wisatawan di Musim Pantai 2026

Provinsi Ha Tinh menaruh perhatian pada transparansi harga sebagai salah satu kunci membangun kepercayaan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata pantai pada musim 2026. Upaya ini terlihat dari kesiapan pelaku usaha, pengelola destinasi, hingga rencana penguatan pengawasan oleh otoritas terkait.

Di Kawasan Wisata Xuan Thanh, Komune Tien Dien, Restoran Chuyen Quang menyambut awal musim wisata pantai 2026 dengan merenovasi dan meningkatkan infrastruktur untuk melayani kebutuhan kuliner wisatawan. Selain menyiapkan aneka hidangan laut segar dan beragam, restoran tersebut menerapkan penetapan harga dan menjual sesuai daftar harga yang telah ditentukan.

“Kami percaya bahwa ketika pelanggan datang ke restoran kami, mereka harus benar-benar puas dengan kualitas layanan, termasuk cara kami menyambut mereka dan harga produk kami, sehingga mereka akan kembali lagi,” kata Le Thi Chuyen, pemilik Restoran Chuyen Quang.

Saat ini, Kawasan Wisata Xuan Thanh memiliki hampir 20 restoran serta 26 hotel dan penginapan. Untuk meningkatkan kualitas layanan, pelaku usaha diingatkan mematuhi aturan penetapan harga secara ketat, menjual sesuai harga yang tercantum, serta mencegah praktik penawaran khusus yang berujung pada penipuan harga atau kenaikan harga sepihak, terutama saat musim ramai. Langkah ini dipandang tidak hanya melindungi hak konsumen, tetapi juga berkontribusi pada citra pariwisata yang lebih beradab, profesional, dan ramah.

Pengalaman wisatawan turut mencerminkan pentingnya keterbukaan harga. Nguyen Thi Huong, wisatawan asal Provinsi Nghe An, menilai layanan kuliner di Xuan Thanh memuaskan karena pilihan makanan laut segar dan penyajian yang bisa menyesuaikan selera. Ia juga menyoroti kemudahan memilih menu karena harga ditampilkan secara jelas. “Restoran menampilkan harga di papan besar dan mencantumkannya dengan jelas di menu, sehingga memudahkan kami untuk memilih hidangan yang sesuai dengan anggaran kami,” ujarnya.

Fokus serupa juga diterapkan di kawasan pantai lain, Thien Cam. Komune Thien Cam menargetkan peningkatan jumlah pengunjung sebesar 15%–20% dibandingkan 2025 pada musim wisata pantai 2026, dengan target pendapatan melebihi 600 miliar VND. Untuk mencapai target tersebut, selain merenovasi infrastruktur dan mengembangkan layanan yang lebih menarik, pengelola kawasan dan pelaku usaha menekankan penegakan daftar harga, penjualan sesuai harga tercantum, serta transparansi pada setiap layanan. Peningkatan kualitas layanan dan sikap yang beradab serta profesional juga menjadi perhatian untuk membangun kesan positif bagi wisatawan.

Nguyen Thi Bon, wisatawan asal Provinsi Bac Ninh, menceritakan rombongannya semula berencana menginap satu hari satu malam, namun memutuskan menambah masa tinggal setelah terkesan dengan pantai, makanan laut segar, harga yang dinilai terjangkau, serta keramahan penduduk setempat.

Secara lebih luas, Ha Tinh saat ini memiliki 323 hotel dan penginapan dengan lebih dari 7.200 kamar serta lebih dari 1.500 restoran. Untuk mencapai target menyambut 6,5 juta wisatawan pada 2026, investasi infrastruktur, pembaruan produk, dan peningkatan kualitas layanan terus didorong. Di saat yang sama, menjaga kepercayaan wisatawan dinilai menjadi langkah penting dalam pengembangan pariwisata daerah.

Wakil Ketua Tetap Asosiasi Pariwisata Ha Tinh, Hoang Minh Manh, menegaskan transparansi harga bukan sekadar kewajiban dalam bisnis jasa pariwisata, melainkan elemen inti pembentuk kepercayaan dan citra destinasi. Menurutnya, ketika setiap hidangan dan layanan tercantum jelas serta dijual sesuai harga, wisatawan akan merasakan sikap menghargai dan semangat pariwisata yang beradab, bahkan dari hal-hal paling sederhana.

Dari sisi pengawasan, Kepala Departemen Manajemen Pasar Ha Tinh, Nguyen Dinh Khoa, menyatakan pihaknya akan memperkuat inspeksi dan berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama pemerintah daerah, untuk memastikan kualitas barang dan produk sesuai ketentuan serta memiliki asal-usul yang jelas.