Lampung Utara — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kerap dipandang sebagai agenda rutin menyambut peserta didik baru. Namun, bila dijalankan dengan baik, kegiatan ini dapat menjadi momentum membangun fondasi pendidikan yang menekankan karakter, kepercayaan, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Dokumentasi kegiatan Pra-MPLS dan sosialisasi bersama orang tua murid yang digelar SMAN 1 Kotabumi pada Sabtu (11/7/2026) menunjukkan upaya membangun komunikasi terbuka sejak awal. Kegiatan tersebut menegaskan bahwa proses pendidikan tidak hanya dimulai di ruang kelas, melainkan juga melalui kesamaan visi dan keterbukaan informasi di antara pihak-pihak terkait.
Dalam kegiatan itu, disoroti pula pentingnya kejelasan peran masing-masing pihak. Kehadiran Romli, S.Kom., M.H. disebut hadir sebagai perwakilan orang tua murid, bukan dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Lampung Utara. Hal ini dipandang sebagai pesan bahwa di lingkungan pendidikan, status jabatan bukan hal utama, dan setiap orang tua memiliki kedudukan yang setara sebagai mitra sekolah dalam mendampingi perkembangan anak.
Di tengah derasnya arus informasi yang kerap memunculkan kesalahpahaman, langkah sekolah menggelar sosialisasi secara terbuka dinilai penting. Selain menyampaikan agenda MPLS yang dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Juli 2026, sekolah juga membuka ruang dialog agar orang tua dapat bertanya, menyampaikan masukan, dan memperoleh penjelasan secara langsung.
Keterbukaan komunikasi tersebut disebut dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap sekolah. Dengan informasi yang disampaikan secara jujur dan transparan, potensi kesalahpahaman dapat ditekan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.
Selain aspek komunikasi, sekolah juga menegaskan komitmennya menanamkan Budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Penanaman nilai-nilai ini dipandang sebagai investasi karakter yang melampaui capaian akademik, karena menyangkut pembentukan kejujuran, etika, rasa hormat, dan kepedulian.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan karakter digambarkan sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Harapannya, sekolah dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, empati, tanggung jawab, serta kemampuan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Secara keseluruhan, kegiatan Pra-MPLS di SMAN 1 Kotabumi dipandang memberi pelajaran bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak selalu berawal dari program besar atau anggaran tinggi. Upaya tersebut dapat dimulai dari komunikasi terbuka, kejelasan peran, kehadiran yang tulus, serta sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Catatan: Tulisan pada naskah asal merupakan pandangan pribadi penulis dan tidak mewakili kebijakan lembaga.