Pergantian massal perangkat desa di Hendea menjadi perbincangan di kalangan warga setelah Penjabat (Pj) Kepala Desa yang baru dilantik beberapa pekan sebelumnya melakukan perubahan susunan perangkat. Informasi itu diterima penulis dari seorang rekan pada Minggu siang (12/01/25), yang menyampaikan kegelisahannya atas besarnya jumlah perangkat yang diganti.
Rekan tersebut menyatakan tidak sepenuhnya menolak pergantian perangkat desa, karena ia menilai praktik serupa juga kerap terjadi di berbagai tempat. Namun, ia mempertanyakan alasan pergantian dilakukan dalam jumlah yang dinilainya tidak biasa. “Kenapa harus sebanyak itu yang diganti. Ada apa?” demikian pertanyaan yang ia sampaikan.
Dalam percakapan itu, muncul pula pertanyaan mengenai kewenangan Pj Kepala Desa: apakah Pj dapat mengangkat dan memberhentikan perangkat desa. Menurut penjelasan yang disampaikan penulis, Pj Kepala Desa memiliki hak dan wewenang yang sama dengan kepala desa definitif, serta terdapat ketentuan perundang-undangan yang mengatur tata cara pergantian perangkat desa.
Peristiwa ini kemudian memicu beragam tanggapan di ruang diskusi internal warga, termasuk di grup media sosial Forum Komunikasi Pemuda Hendea. Sejumlah anggota menyatakan dukungan, sementara yang lain melontarkan kritik dan mempertanyakan pertimbangan kebijakan tersebut.
Dalam tulisan opininya, penulis menekankan bahwa perbedaan pendapat dan kritik terhadap pemimpin merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Ia juga mengutip pandangan Rocky Gerung yang menyatakan kritik dapat menjadi alat untuk menguji ketajaman moral seorang pemimpin.
Penulis juga menyoroti bahwa Pj Kepala Desa Hendea saat ini merupakan warga setempat, berbeda dengan sejumlah penjabat sebelumnya. Sosok tersebut disebut dikenal sebagai tokoh yang kerap menyampaikan pendapat yang dinilai bijak dalam rapat-rapat musyawarah desa.
Meski demikian, kebijakan pergantian perangkat dalam skala besar tetap menyisakan pertanyaan di sebagian warga. Dalam catatan penulis, pergantian itu disebut menyisakan Bendahara dan Sekretaris Desa, sementara hampir seluruh pegawai kantor desa lainnya diganti.