Praktisi media massa yang juga Wakil Direktur CAJ PWI Pusat serta Executive Director HIAWATHA Institut, Benz Jono Hartono, menyoroti narasi yang berkembang mengenai relasi kekuasaan politik dengan kelompok elite ekonomi yang kerap disebut oligarki.
Dalam rilis yang diterima Senin (15/6/2026), Benz menyatakan bahwa dalam sejarah banyak negara, pertarungan tidak hanya berlangsung di arena politik formal, tetapi juga menyangkut pengaruh atas sumber daya ekonomi, arah kebijakan negara, dan masa depan rakyat.
Menurut Benz, ketika seorang pemimpin berupaya memperkuat kedaulatan negara dan mengurangi ketergantungan pada kepentingan ekonomi tertentu, benturan dengan kelompok yang selama ini diuntungkan oleh kedekatan dengan kekuasaan berpotensi terjadi. Dalam kerangka itu, ia menyebut muncul narasi bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah menghadapi perlawanan dari kelompok yang dipersepsikan sebagai oligarki atau pemburu rente.
Benz menjelaskan, pemburu rente dipahami sebagai pihak yang meraih keuntungan besar bukan melalui produktivitas atau inovasi, melainkan melalui akses terhadap kebijakan publik dan kedekatan dengan pusat kekuasaan.
Ia juga menyinggung pandangan di kalangan tertentu bahwa oligarki tidak hanya bersifat domestik, melainkan terhubung dengan jaringan modal yang lebih luas, termasuk lintas negara. Dalam pandangan tersebut, berbagai instrumen—mulai dari tekanan pasar, pembentukan opini publik, perang informasi di media sosial, hingga manuver politik—dinilai dapat digunakan untuk memengaruhi arah kebijakan pemerintah.
Meski demikian, Benz menegaskan bahwa dugaan mengenai adanya skenario politik tertentu yang melibatkan figur alternatif kekuasaan masih berada pada ranah opini, analisis politik, dan spekulasi publik, sehingga belum dapat dipandang sebagai fakta yang terbukti.
Lebih lanjut, ia menilai sejarah negara-negara modern menunjukkan hubungan yang kerap dinamis antara kekuasaan politik dan kekuatan ekonomi. Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan seluruh proses politik berjalan sesuai konstitusi, hukum, dan prinsip-prinsip demokrasi.
Benz menambahkan, bila terdapat upaya kelompok tertentu untuk memengaruhi negara demi kepentingan ekonomi semata, respons yang paling efektif bukanlah melalui konflik elite, melainkan dengan memperkuat institusi negara, meningkatkan transparansi kebijakan, menegakkan hukum secara adil, serta mendorong partisipasi publik yang kritis.
Di akhir pernyataannya, Benz mengingatkan bahwa sejarah pada akhirnya akan menilai siapa yang benar-benar memperjuangkan kepentingan bangsa dan siapa yang hanya membela kepentingan kelompok tertentu. Ia menutup dengan pandangan bahwa negara yang kuat bukanlah negara yang bebas dari konflik kepentingan, melainkan negara yang mampu memastikan kepentingan rakyat berada di atas kepentingan segelintir elite.