Mahasiswa Magister UNM Kembangkan Website Wakaf Berbasis Blockchain untuk Perkuat Transparansi

Mahasiswa Magister UNM Kembangkan Website Wakaf Berbasis Blockchain untuk Perkuat Transparansi

Mahasiswa Program Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM), Muhammad Ibnu Fauzan, mengembangkan website pengelolaan wakaf berbasis teknologi blockchain. Inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi, keamanan, dan akuntabilitas pengelolaan wakaf di Indonesia.

Pengembangan sistem tersebut berangkat dari tantangan yang kerap muncul dalam tata kelola wakaf, seperti kebutuhan pencatatan yang transparan, perlindungan data, serta kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan blockchain, pengelolaan wakaf diharapkan dapat berjalan lebih modern, efisien, dan terpercaya.

Melalui mekanisme pencatatan permanen, setiap transaksi dan proses pengelolaan wakaf dapat terdokumentasi secara lebih kuat. Skema ini disebut dapat meminimalkan risiko manipulasi data, meningkatkan akuntabilitas, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola wakaf.

Website tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk diintegrasikan dengan sistem digital Kementerian Agama Republik Indonesia. Integrasi ini diharapkan dapat mendukung percepatan transformasi digital pengelolaan wakaf secara nasional, sekaligus memperkuat tata kelola yang lebih efektif dan transparan sesuai kebutuhan era digital.

Blockchain dipilih sebagai fondasi utama karena menawarkan pencatatan terdesentralisasi yang aman dan dapat diaudit. Karakteristik ini dinilai membantu menjaga integritas data, mengurangi risiko kehilangan informasi, serta memperkuat prinsip amanah dalam pengelolaan dana wakaf.

Muhammad Ibnu Fauzan mengatakan teknologi semestinya tidak berhenti pada simbol kemajuan, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Teknologi bukan hanya tentang kemajuan, tetapi tentang bagaimana ia membawa manfaat bagi sesama. Saya berharap inovasi ini dapat membantu mewujudkan tata kelola wakaf yang lebih transparan, mudah diakses, dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ketua Program Studi Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri, Agus Subekti, mengapresiasi karya tersebut sebagai implementasi riset yang diarahkan untuk menjawab persoalan di masyarakat. “Kami mendorong mahasiswa Magister Informatika untuk menghasilkan penelitian yang tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan nyata. Pengembangan website wakaf berbasis blockchain ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri mampu mengintegrasikan teknologi mutakhir dengan kebutuhan sosial sehingga menghasilkan inovasi yang bermanfaat dan memiliki potensi untuk dikembangkan secara lebih luas,” kata Agus dalam rilis yang diterima Jumat (10/7/2026).

Ia menambahkan, penguasaan teknologi seperti blockchain menjadi kompetensi penting bagi lulusan magister di tengah pesatnya transformasi digital. Menurutnya, blockchain berpotensi diterapkan di berbagai sektor, termasuk filantropi, keuangan, pemerintahan, hingga layanan publik. Karena itu, UNM disebut terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi agar mahasiswa mampu melahirkan solusi digital yang relevan bagi kebutuhan industri maupun masyarakat.

UNM menyatakan pengembangan ini menjadi salah satu contoh karya mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.