Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 65 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan sejumlah program di Desa Karang Sari yang mencakup penguatan transparansi tata ruang, layanan kesehatan masyarakat, inovasi pengelolaan limbah, serta peningkatan penerangan jalan. Rangkaian kegiatan ini ditujukan untuk mendukung tata kelola desa berbasis data, mendorong perilaku hidup sehat, dan menghadirkan solusi sederhana terhadap persoalan lingkungan serta keamanan aktivitas warga.
Salah satu program yang dijalankan adalah DIGTARA (Digitalisasi Tata Ruang Desa Karang Sari) untuk menghadirkan data batas wilayah desa yang akurat dan mudah diakses. Program ini diawali dengan penelusuran dan verifikasi batas wilayah melalui survei lapangan serta pengumpulan data pendukung dari berbagai sumber. Data tersebut kemudian diolah menjadi peta batas wilayah dalam format digital yang informatif.
Untuk mendukung implementasi dan keberlanjutan, peta batas wilayah dicetak dalam bentuk banner dan dipasang secara resmi di Balai Desa Karang Sari pada 19 Januari 2026. Keberadaan peta ini diharapkan menjadi acuan perangkat desa dalam administrasi pemerintahan dan perencanaan pembangunan, sekaligus membuka akses informasi wilayah bagi masyarakat. Pemetaan tersebut juga dinilai dapat membantu meminimalkan kesalahpahaman dan potensi konflik batas wilayah dengan desa sekitar.
Di bidang kesehatan, mahasiswa KKN-T 65 ITERA bekerja sama dengan perangkat Desa Karang Sari mengadakan pemeriksaan tekanan darah dan pemberian vitamin bagi masyarakat pada 24 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar masyarakat umum, terutama kelompok dewasa dan lanjut usia. Selain layanan pemeriksaan gratis dan pembagian vitamin, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan berkala.
Partisipasi warga disebut tinggi selama kegiatan berlangsung. Program ini diarahkan sebagai upaya deteksi dini risiko penyakit, termasuk hipertensi, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar lebih mengutamakan langkah pencegahan.
Mahasiswa juga memperkenalkan inovasi pengelolaan limbah rumah tangga melalui pemanfaatan minyak jelantah dan limbah anorganik. Program tersebut diwujudkan dengan pembuatan kompor berbahan bakar minyak jelantah serta pemanfaatan cairan hasil pembakaran limbah anorganik sebagai campuran material paving block.
Sosialisasi kepada masyarakat dilaksanakan pada 26 Januari 2026 untuk menjelaskan konsep, proses pembuatan, dan potensi pemanfaatan limbah secara mandiri di tingkat rumah tangga. Contoh penerapan ditunjukkan melalui produk paving block, sementara kompor berbahan bakar minyak jelantah diserahkan secara simbolis kepada pihak Desa Karang Sari pada 3 Februari 2026 sebagai dukungan keberlanjutan program.
Selain itu, melalui program “Terang Desa, Aman Warga”, mahasiswa KKN-T 65 ITERA memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah titik yang sebelumnya minim pencahayaan. Pemasangan dilakukan pada 18–19 Januari 2026 di lokasi-lokasi yang sering dilalui warga. Kehadiran PJU ditujukan untuk meningkatkan visibilitas jalan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas pada malam hari.
Program penerangan jalan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dipasang. Dengan bertambahnya penerangan di beberapa titik, lingkungan desa pada malam hari diharapkan menjadi lebih terang dan mendukung rasa aman warga.
Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN-T 65 ITERA menempatkan pendekatan berbasis data, layanan langsung kepada warga, serta inovasi sederhana sebagai upaya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut di Desa Karang Sari.

