Hoaks terkait vaksin masih terus beredar di masyarakat, terutama melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Sejumlah klaim yang menyesatkan muncul dengan berbagai narasi, mulai dari kewajiban vaksin tertentu bagi penumpang pesawat hingga isu dokumen rahasia lembaga pemerintah.
Berikut beberapa hoaks seputar vaksin yang ramai beredar beserta konteks klaimnya.
1. Klaim Kemenkes mewajibkan penumpang pesawat vaksin TBC
Di media sosial beredar unggahan yang menampilkan foto Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan narasi seolah-olah Kementerian Kesehatan meminta semua penumpang pesawat sudah divaksin TBC dan menunjukkan surat vaksin. Unggahan itu antara lain muncul di Facebook pada 23 Mei 2025 dengan keterangan, “Kemenkes: Semua penumpang yang akan naik pesawat agar sudah di vaksin TBC dan menunjukkan surat vaksin. Tujuannya untuk mencegah penyebaran lewat udara.”
2. Klaim Gubernur Jawa Barat menyatakan siap jadi lokasi uji coba vaksin TBC Bill Gates
Unggahan lain menampilkan cuplikan layar artikel yang diklaim berasal dari Jawapos berjudul “Dedi Mulyadi: Jawabarat Siap Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates”. Konten tersebut beredar di media sosial, salah satunya di Facebook pada 20 Mei 2025, disertai narasi bernada provokatif yang menyebut warga Jawa Barat akan dijadikan “kelinci percobaan”.
3. Klaim dokumen rahasia BPOM soal bahaya vaksin polio bocor
Selain isu vaksin TBC, beredar pula unggahan yang mengklaim adanya “dokumen rahasia BPOM” terkait bahaya vaksin polio. Tim Cek Fakta menemukan postingan yang memuat tangkapan layar artikel berjudul “Dokumen Rahasia BPOM Bocor: Vaksin Polio nOPV2 Membahayakan Kesehatan Publik”. Unggahan tersebut beredar di Facebook, salah satunya pada 7 Agustus 2026.
Rangkaian klaim di atas menunjukkan hoaks vaksin masih terus muncul dengan memanfaatkan tokoh publik, institusi pemerintah, serta potongan konten yang dibuat seolah-olah berasal dari media atau dokumen resmi. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap informasi yang beredar dan memeriksa kebenarannya sebelum membagikan ulang.