BEI Tambah Fitur Transparansi di IDX Mobile, Investor Bisa Pantau Struktur Kepemilikan Emiten

BEI Tambah Fitur Transparansi di IDX Mobile, Investor Bisa Pantau Struktur Kepemilikan Emiten

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah tiga sub-fitur baru pada fitur Listed Company Disclosure di aplikasi IDX Mobile sebagai upaya memperkuat transparansi pasar modal. Penambahan ini ditujukan untuk memperluas akses investor terhadap informasi struktur kepemilikan saham emiten, yang dapat digunakan sebagai bahan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.

Tiga sub-fitur yang diluncurkan pada Jumat (10/7) itu meliputi Share Ownership, High Shareholding, dan Free Float. BEI menyebut pengembangan ini merupakan bagian dari pembaruan IDX Mobile sekaligus implementasi agenda reformasi serta penguatan integritas pasar modal melalui peningkatan keterbukaan informasi perusahaan tercatat.

Melalui Share Ownership, investor dapat melihat struktur kepemilikan saham suatu emiten. Sementara itu, High Shareholding menyajikan tingkat konsentrasi kepemilikan saham perusahaan. Adapun Free Float menampilkan jumlah saham yang dimiliki publik dan tersedia untuk diperdagangkan di pasar.

BEI menyatakan penyajian informasi tersebut dimaksudkan agar investor memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai karakteristik perusahaan tercatat. “Dengan penyajian informasi ini diharapkan dapat membantu investor memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai karakteristik perusahaan tercatat sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam proses analisis dan pengambilan keputusan investasi,” tulis BEI.

Selain menambah informasi, BEI juga memperbarui tampilan visual grafik dan meningkatkan aksesibilitas IDX Mobile agar penyajian data lebih informatif, intuitif, dan mudah dipahami. Pengembangan ini diharapkan meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses informasi pasar modal secara cepat dan efisien.

BEI mencatat jumlah pengguna IDX Mobile telah melampaui 630 ribu. Perseroan menegaskan akan melanjutkan inovasi untuk menghadirkan layanan informasi pasar modal yang semakin lengkap, kredibel, dan transparan.

Pada pekan yang sama, BEI juga menyambut pencatatan enam emiten baru, yaitu PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS).

JELI yang dikenal melalui merek INACO menghimpun dana Rp239,40 miliar dan tercatat di Papan Pengembangan. JECX yang bergerak di layanan rumah sakit spesialis mata meraih dana Rp609,97 miliar dan tercatat di Papan Utama.

Selanjutnya, BACH sebagai penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi menghimpun dana Rp271,83 miliar. EMMI yang bergerak di perdagangan alat kesehatan memperoleh dana Rp245,74 miliar. Sementara PRDL, bagian dari Prodia Group yang memproduksi alat diagnostik in vitro, menggalang dana Rp62,74 miliar.

Adapun PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat ke-7 di BEI sepanjang 2026. Emiten di sektor barang konsumen non-primer dengan subindustri hiburan dan film tersebut menghimpun dana Rp429,25 miliar melalui penawaran umum perdana saham.

Dari sisi perdagangan, kinerja pasar saham selama periode 6–10 Juli 2026 ditutup mayoritas menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,83% menjadi 5.924,360 dari 5.875,780 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar turut meningkat 0,51% menjadi Rp10.340 triliun.

Aktivitas perdagangan juga meningkat, dengan rata-rata frekuensi transaksi harian naik 29,69% menjadi 1,87 juta kali transaksi dan rata-rata volume transaksi harian bertambah 16,83% menjadi 20,49 miliar saham. Namun, rata-rata nilai transaksi harian turun 8,88% menjadi Rp10,27 triliun dari Rp11,27 triliun pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, tekanan jual investor asing masih berlanjut. Pada perdagangan Jumat (10/7), investor asing mencatat jual bersih Rp421,70 miliar. Sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp76,15 triliun.