Kekuasaan manusia dipandang memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan hewan. Dalam analisis ini, kekuasaan pada hewan digambarkan sebagai bentuk dominasi yang muncul terutama dalam konteks bertahan hidup.
Hewan disebut “berkuasa” ketika melakukan tindakan seperti membunuh, namun tindakan tersebut dinilai memiliki batas tujuan, yakni untuk melindungi diri atau mempertahankan kelangsungan hidup. Kerangka ini menegaskan adanya perbedaan jenis kekuasaan antara manusia dan hewan, terutama pada motif dan ruang geraknya.

