Ahmad M. Sewang: Transparansi dan Keterbukaan Koreksi Penting dalam Menulis Sejarah PSM Makassar

Ahmad M. Sewang: Transparansi dan Keterbukaan Koreksi Penting dalam Menulis Sejarah PSM Makassar

Prof. Dr. Ahmad M. Sewang, M.A. membagikan pengalamannya tentang pentingnya transparansi dan keterbukaan terhadap masukan saat menulis sejarah PSM Makassar. Ia menyebut, draf tulisannya sempat ia berikan kepada sejumlah sahabat untuk memperoleh kritik dan koreksi.

Salah satu sahabatnya, Wahid Ismail, mengingatkan bahwa sepak bola pada dasarnya merupakan permainan yang mengutamakan kerja sama tim. Menurut Ahmad, pengingat itu menegaskan bahwa Ramang tidak meraih kesuksesan seorang diri, melainkan didukung rekan-rekan setimnya, terutama trio Ramang, Nur Salam, dan Suardi.

Ahmad mengungkapkan, ia sebenarnya mengingat poin tersebut ketika menulis, tetapi sempat lupa nama dua rekan Ramang. Karena tidak ingin berspekulasi dan berisiko menyampaikan informasi keliru, ia memilih tidak mencantumkannya dalam naskah. Baginya, lebih baik ada kekurangan yang dapat diperbaiki kemudian daripada menuliskan informasi yang belum pasti kebenarannya.

Ia menegaskan prinsipnya bahwa tulisan yang telah dipublikasikan pada hakikatnya menjadi milik bersama. Karena itu, ia terbuka terhadap kritik, koreksi, maupun tambahan dari pembaca. Ahmad juga menilai kritik yang disampaikan dengan niat baik sebagai sesuatu yang bermanfaat, sementara pujian berlebihan justru dapat menimbulkan rasa puas diri.

Dalam catatan yang ditutup dengan ucapan terima kasih, Ahmad menyampaikan apresiasi kepada Wahid Ismail atas masukan yang dinilainya berkontribusi menyempurnakan tulisannya mengenai sejarah PSM Makassar, yang ia sebut sebagai kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Kompleks GFM, 14 Juli 2026