Warga terdampak bencana di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengaku terbantu dengan pendistribusian air bersih yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak wilayah tersebut dilanda banjir bandang pada akhir November 2025.
Dalam program ini, warga cukup menyiapkan ember serta tendon atau tempat penampungan di depan rumah untuk diisi oleh mobil reverse osmosis milik Detasemen Zeni Tempur 2/Prasada Sakti (Denzipur 2/PS) Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.
Distribusi air bersih dilakukan karena sumber Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Kondisi itu membuat warga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Seorang warga mengatakan, gangguan pada Pamsimas membuat pasokan air bersih ke rumahnya tidak berjalan normal sejak bencana terjadi. Meski perbaikan telah dilakukan, aliran air yang masuk ke rumah masih belum lancar karena posisi rumah yang lebih tinggi.
Akibatnya, ia dan keluarganya terpaksa mengambil air dan mandi di Masjid Takwa Padang Ganting, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, dengan jarak sekitar 300 meter dari rumah.
Warga tersebut berharap pendistribusian air bersih oleh TNI dapat terus berlanjut hingga kondisi Pamsimas kembali normal, sehingga masyarakat di kecamatan itu tetap terbantu.
Sementara itu, Operator Mobil Air Bersih Reverse Osmosis Denzipur 2/PS Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Praka Rido Anggara, menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih dilakukan di sejumlah nagari di Kecamatan Palembayan karena warga masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurutnya, distribusi mencakup Nagari Salareh Aia, Salareh Aia Timur, dan Tigo Koto Silungkang. Pendistribusian menggunakan satu unit mobil reverse osmosis dengan kapasitas tiga tangki per hari, masing-masing 3.000 liter, atau total 9.000 liter per hari.
Program pendistribusian air bersih dimulai pada 5 Desember 2025 dan akan berlanjut sesuai permintaan para penyintas.

