Wabup Banjar Resmikan Dapur SPPG Sekumpul 005, Soroti Higienitas dan Transparansi

Wabup Banjar Resmikan Dapur SPPG Sekumpul 005, Soroti Higienitas dan Transparansi

Wakil Bupati Banjar, Kalimantan Selatan, Said Idrus Al Habsyi meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekumpul 005 di Kota Martapura, Senin. Ia menegaskan keberadaan dapur SPPG merupakan bagian dari komitmen menghadirkan layanan pemenuhan gizi yang bersih, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat, terutama anak-anak.

Dalam peresmian yang berlangsung di Jalan Sekumpul Ujung Gang Hijrah Jaya Nomor 2, Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Said Idrus meminta seluruh pengelola dan petugas dapur menerapkan standar kebersihan secara ketat. Penekanan itu mencakup kebersihan lingkungan kerja, peralatan masak, hingga kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

Menurutnya, higienitas menjadi faktor utama keberhasilan program pemenuhan gizi. Ia meminta kualitas makanan yang diproduksi diperlakukan setara dengan makanan untuk anak sendiri, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyajian, hingga kebersihan individu petugas sesuai ketentuan.

Said Idrus juga menyoroti pentingnya transparansi untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Ia menyampaikan telah menginstruksikan pemasangan CCTV di area produksi dengan akses terbatas bagi pengawas dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta perwakilan komite orang tua siswa.

Selain itu, Kepala Dapur SPPG Sekumpul 005 diminta menjalin koordinasi intensif dengan puskesmas terdekat agar keluhan yang muncul setelah distribusi makanan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan mentoleransi kelalaian yang berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak. Jika terjadi insiden serius seperti keracunan makanan yang menimbulkan keresahan publik, program akan dievaluasi secara menyeluruh dan dapat dihentikan sementara.

Wabup juga meminta pengelola dapur bersama Yayasan Albasia Graha menyusun rencana keberlanjutan program, termasuk pemanfaatan bahan baku lokal, pelatihan rutin bagi petugas, pengawasan kebersihan dan kesehatan secara berkala, serta distribusi makanan yang tepat waktu.

“Kami berharap keberadaan Dapur SPPG Sekumpul 005 memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kota Martapura dan sekitarnya sekaligus mendukung upaya pemenuhan gizi anak berkelanjutan,” kata Said Idrus.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Yudi Andrea menyampaikan dengan beroperasinya SPPG Sekumpul 005, jumlah dapur SPPG aktif di Kabupaten Banjar kini mencapai 39 unit di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional.

Yudi berharap keberadaan dapur-dapur tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan percepatan penurunan stunting, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta penggunaan bahan baku dari daerah.

Berdasarkan peninjauan awal, fasilitas dapur disebut telah memenuhi standar kebersihan dan dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pemerintah Kabupaten Banjar juga menyatakan akan memastikan ketersediaan sumber daya manusia sesuai standar, termasuk tenaga ahli gizi, untuk menjamin layanan pemenuhan gizi berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan.