Sekretaris Jenderal To Lam menegaskan target pertumbuhan ekonomi Vietnam sebesar 10% atau lebih sebagai kebutuhan objektif yang berangkat dari tuntutan pembangunan nasional di era baru dan aspirasi masyarakat. Dalam pidato penutupnya pada Konferensi ke-2 Komite Sentral ke-14 Partai Komunis Vietnam, ia menyatakan pertumbuhan rendah tidak dapat diterima dan Vietnam harus terus mengejar pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan serta substansial, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan keseimbangan utama.
Dalam konteks tersebut, penguatan pasar saham dipandang penting sebagai saluran modal yang melengkapi kredit perbankan dan anggaran negara. Perluasan akses pembiayaan melalui pasar modal dinilai semakin mendesak untuk mendukung kebutuhan investasi jangka menengah dan panjang, terutama ketika permintaan pendanaan terus meningkat di bidang infrastruktur, industri, dan transformasi teknologi.
Perkembangan pasar saham Vietnam selama tiga dekade terakhir menunjukkan perubahan besar. Pada masa awal terbentuknya industri sekuritas, penggalangan dana melalui bursa masih asing bagi banyak perusahaan, sementara kredit bank menjadi tumpuan utama. Standar transparansi keuangan, tata kelola perusahaan, dan pengungkapan informasi juga belum menjadi praktik umum.
Seiring waktu, pasar saham tidak hanya tumbuh dari sisi skala, tetapi juga semakin berperan sebagai kanal mobilisasi modal jangka menengah dan panjang. Di saat yang sama, bursa menciptakan dorongan bagi perusahaan untuk memperbaiki tata kelola serta membantu membentuk struktur keuangan perekonomian yang lebih seimbang. Proses ini berlangsung bertahap melalui penyesuaian berkelanjutan dari pelaku usaha, investor, dan regulator terhadap standar operasional baru.
Ketika perusahaan melakukan penawaran umum perdana (IPO), mereka bukan semata mencari modal. Mereka juga memasuki arena kompetitif yang menuntut keterbukaan, di mana kinerja, strategi pengembangan, dan kapasitas manajemen dinilai terus-menerus oleh pasar.
Salah satu dampak paling nyata dari menjadi perusahaan terbuka adalah meningkatnya tuntutan transparansi. Perusahaan publik wajib menerbitkan laporan keuangan berkala, menjelaskan perubahan kinerja, dan mematuhi ketentuan tata kelola. Meski pada awalnya dapat menimbulkan tekanan, kewajiban ini dalam jangka panjang dinilai membantu meningkatkan kemampuan internal perusahaan.
Direktur Jenderal Thanh Cong - Bien Hoa (kode saham: SBT), Thai Van Chuyen, menyampaikan bahwa keterlibatan di pasar saham mendorong perusahaan menjadi lebih transparan dalam aspek keuangan dan tata kelola. Menurutnya, pengungkapan indikator operasional secara terbuka dapat memperkuat reputasi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Ia juga menilai modal dari pasar memungkinkan perusahaan berinvestasi pada ekspansi, inovasi teknologi, dan peningkatan nilai jangka panjang.
Tren yang menguat selama tiga dekade terakhir menunjukkan transparansi menjadi prasyarat untuk mengakses modal. Ketika informasi disampaikan lebih lengkap, investor dapat menilai risiko dengan lebih baik, sementara perusahaan berpeluang memperoleh pendanaan dengan biaya yang lebih wajar. Mekanisme ini membentuk umpan balik positif antara transparansi, kepercayaan, dan arus investasi.
Dari sisi tata kelola, partisipasi di bursa juga mendorong perusahaan membangun sistem pengendalian internal, memperjelas pemisahan peran dewan direksi dan manajemen eksekutif, serta memperkuat akuntabilitas kepada pemegang saham. Faktor-faktor tersebut dinilai meningkatkan keberlanjutan operasional perusahaan, bukan hanya mengejar target jangka pendek.
Di sisi lain, ketergantungan ekonomi terhadap kredit perbankan masih tinggi. Perusahaan Manajemen Dana Phu Hung mencatat sistem perbankan memasok sekitar 50–57% modal bagi perekonomian, sementara pasar modal—yang mencakup saham dan obligasi—baru menyumbang sekitar 11–15%. Kesenjangan ini memperlihatkan ruang pertumbuhan yang besar bagi pasar saham, terutama untuk penyediaan modal jangka panjang.
Penggalangan dana melalui saham atau obligasi juga mengubah tabungan masyarakat menjadi modal investasi untuk produksi. Hal ini dinilai dapat mengurangi tekanan pada perbankan sekaligus mendorong struktur pembiayaan yang lebih seimbang. Dengan target pertumbuhan tinggi pada periode mendatang, perluasan pasar modal disebut sebagai kebutuhan yang semakin mendesak.
Kebutuhan modal jangka panjang terlihat jelas di berbagai sektor, termasuk pertanian. PAN Group Joint Stock Company (kode saham: PAN) menyebut jumlah perusahaan pertanian yang tercatat di bursa masih terbatas, meski sektor ini berkontribusi signifikan terhadap PDB. Sementara itu, peralihan ke pertanian berteknologi tinggi membutuhkan investasi besar pada benih, pengolahan, dan rantai pasok. Dalam kondisi tersebut, pasar saham dinilai dapat membantu perusahaan memperoleh pembiayaan jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah.
Perusahaan Gabungan Pertanian BaF Vietnam (BAF) juga menilai model peternakan siklus tertutup membutuhkan investasi tersinkronisasi dari pakan, peternakan, hingga pengolahan. Jika hanya mengandalkan kredit bank, perusahaan berpotensi kesulitan menyeimbangkan arus kas. Penggalangan modal melalui pasar saham dinilai memberi ruang bagi perusahaan untuk lebih proaktif memperluas skala dan meningkatkan standar tata kelola.
Peran pasar saham juga menonjol pada pembiayaan infrastruktur. Deo Ca Group memperkirakan kebutuhan modal untuk infrastruktur transportasi dapat mencapai sekitar 3 triliun VND pada periode 2026–2030, angka yang dinilai melampaui kapasitas anggaran negara dan kredit tradisional.
Direktur Jenderal Deo Ca Infrastructure Investment Joint Stock Company (kode saham: HHV), Ngo Truong Nam, menyampaikan bahwa menjadi perusahaan publik dan berpartisipasi di pasar saham membantu meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola, serta memperluas kemampuan menghimpun modal jangka panjang. Ia menilai hal ini penting terutama untuk proyek kemitraan pemerintah-swasta (PPP) yang memiliki masa pengembalian panjang dan risiko tinggi.
Menurut paparan tersebut, pendanaan dari pasar telah membantu pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur berskala besar. Setelah beroperasi, proyek-proyek ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada penurunan biaya logistik, penguatan konektivitas regional, dan peningkatan daya saing ekonomi.
Dari perspektif makro, keterlibatan pasar saham dalam pembiayaan infrastruktur memungkinkan distribusi risiko kepada banyak investor, alih-alih terkonsentrasi pada sistem perbankan. Pendekatan ini disebut sejalan dengan tren di negara-negara maju, di mana pasar modal memainkan peran penting dalam pembiayaan proyek jangka panjang.
Selain pertumbuhan skala, kualitas arus modal di pasar sekuritas Vietnam juga dilaporkan berubah. Jika sebelumnya pasar banyak bergantung pada investor individu, kini porsi investor institusional meningkat. Direktur Pasar Luar Negeri di SSI Securities Corporation (SSI), Thomas Nguyen, mencatat proporsi investor institusional naik dari sekitar 8% pada 2023 menjadi sekitar 13% dan berpotensi mencapai 20% dalam waktu dekat.
Peningkatan dana institusional dinilai membantu menstabilkan pasar, mengurangi volatilitas, dan mendorong peningkatan valuasi perusahaan. Dana investasi umumnya memprioritaskan tata kelola, transparansi, dan strategi jangka panjang. Ketika perusahaan memenuhi kriteria tersebut, akses terhadap modal cenderung membaik, membentuk siklus positif antara peningkatan kualitas arus modal dan peningkatan kualitas perusahaan.

