Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah mengumumkan pembagian tunjangan hari raya (THR) kepada masyarakat dengan anggaran Rp 10 triliun. Dalam narasi yang menyertai unggahan, dana THR itu diklaim berasal dari harta koruptor yang disita negara dan akan diberikan kepada warga yang belum pernah menerima bantuan pemerintah.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa video tersebut merupakan konten manipulasi. Video itu diketahui dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan dan tidak mencerminkan pernyataan resmi Purbaya.
Video yang memuat klaim tersebut salah satunya dibagikan melalui akun Facebook. Saat ditelusuri, informasi mengenai pembagian THR Rp 10 triliun tidak ditemukan pada dua akun media sosial yang disebut sebagai milik Purbaya, yakni Instagram @menkeuri yang dikelola Kementerian Keuangan dan TikTok @purbayayudhis yang dikelola staf pribadinya.
Selain tidak ada pengumuman resmi, video yang beredar juga menunjukkan kejanggalan visual. Wajah Purbaya terlihat berubah antara bagian awal dan pertengahan video.
Kompas.com kemudian memeriksa konten tersebut menggunakan Hive Moderation. Hasilnya, video terdeteksi sebagai konten generatif. Suara Purbaya dalam video itu disebut memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan.
Hingga kini, tidak ada informasi valid dari pemerintah yang menyatakan akan menyalurkan THR Rp 10 triliun kepada masyarakat umum. Kompas.com juga mencatat sebelumnya sempat beredar video manipulasi serupa yang menampilkan Prabowo dengan klaim pemerintah akan menyalurkan THR Rp 20 triliun.
Dengan demikian, video yang mengklaim Purbaya mengumumkan pembagian THR Rp 10 triliun dipastikan merupakan hoaks dan tidak didukung informasi resmi.

