Video hoaks kian menjadi ancaman serius di tengah derasnya arus informasi digital. Bentuk disinformasi ini biasanya berupa klip visual yang sengaja dimanipulasi atau disajikan di luar konteks aslinya, dengan tujuan beragam—mulai dari menggiring opini, menyebarkan kepanikan, hingga merusak reputasi individu atau kelompok tertentu.
Penyebarannya pun berlangsung cepat dan masif, terutama melalui platform media sosial. Kemudahan akses serta fitur berbagi membuat informasi, baik benar maupun salah, dapat menjangkau jutaan orang dalam hitungan detik. Karena itu, kemampuan membedakan informasi valid dan hoaks menjadi keterampilan penting bagi masyarakat.
Berikut sejumlah contoh klaim video yang beredar di media sosial dan menjadi perhatian pemeriksa fakta.
Klaim video “Israel jadi lautan api”
Sebuah unggahan di Facebook pada 3 Maret 2026 menampilkan video yang memperlihatkan sejumlah mobil berhenti di jalan, dengan langit tampak berwarna merah dan sejumlah titik terang. Unggahan itu disertai narasi, antara lain: “Apa ini. Yang di Namakan lautan Api”, “Israel jadi lautan api”, serta klaim tentang “detik-detik dimana langit Isr4el mulai memerah” dan “terdengar jelas suara wanita histeris”.
Klaim video Menag Nasaruddin Umar umumkan program “berbagi rezeki”
Video lain yang beredar di Facebook pada 25 Februari 2026 memuat klaim seolah-olah Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan program Kementerian Agama (Kemenag) “berbagi rezeki”. Dalam video tersebut, terdapat ajakan kepada siapa pun yang mengalami kesulitan ekonomi untuk menghubungi pihak dalam video, dengan alasan adanya program bantuan yang disebut “resmi”.
Pada unggahan itu juga tercantum caption “KEMENAG RI BERBAGI” dan kalimat “JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN INI SEBAB KESEMPATAN TIDAK ADA DATANG 2X”. Selain itu, terdapat tombol “Silakan Daftar di Messenger” serta tautan untuk mengirim pesan.
Klaim video tentara Israel diserang ribuan lebah di kapal perang
Postingan video lain yang beredar sejak akhir pekan dan diunggah salah satu akun Facebook pada 7 Maret 2026 mengklaim tentara Israel diserang ribuan lebah di atas kapal perang. Video memperlihatkan sejumlah tentara di kapal yang tampak berupaya menghindari serangan, termasuk adegan beberapa orang melompat ke laut.
Unggahan tersebut disertai narasi: “Terbaru, tentara Israel, di serang Ribuan Lebah, Apalah ini tanda Bahwa Alloh murka Pada Israel”.
Maraknya video dengan klaim-klaim semacam ini menunjukkan bagaimana konten visual dapat digunakan untuk memengaruhi persepsi publik, terlebih ketika disertai narasi yang memancing emosi. Di tengah laju penyebaran yang cepat, kehati-hatian menjadi kunci agar masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

