Transparansi Laporan Keuangan Jadi Tolok Ukur Tata Kelola Perusahaan

Transparansi Laporan Keuangan Jadi Tolok Ukur Tata Kelola Perusahaan

Seiring meningkatnya tuntutan pasar terhadap transparansi, laporan keuangan yang diaudit kian dipandang bukan sekadar cerminan hasil bisnis, tetapi juga indikator kualitas manajemen serta efektivitas pengendalian internal perusahaan. Dalam kondisi pasar keuangan yang bergejolak, konsistensi antara laporan keuangan yang disusun perusahaan dan hasil audit tanpa penyesuaian menjadi salah satu ukuran penting bagi keandalan informasi keuangan.

Perusahaan Keuangan Umum (EVF) dari Perusahaan Listrik baru-baru ini mengumumkan laporan keuangan setengah tahunan yang telah diaudit untuk tahun 2026. Seluruh indikator keuangan dalam laporan audit tersebut dilaporkan tidak berubah dibandingkan laporan keuangan yang disusun sendiri dan diterbitkan sebelumnya, tanpa penyesuaian apa pun.

Konsistensi penuh antara angka yang diaudit dan laporan yang disusun sendiri dinilai mencerminkan konsistensi perusahaan dalam proses penyusunan dan pengungkapan informasi keuangan. Hal ini juga menggambarkan kualitas manajemen keuangan, sistem pengendalian internal, serta kemampuan manajemen, sekaligus memberi investor dan pemangku kepentingan dasar tambahan untuk menilai kualitas operasional perusahaan.

Selain aspek transparansi, EVF juga mencatatkan hasil bisnis positif pada enam bulan pertama 2026. Laba sebelum pajak mencapai VND 699,3 miliar, meningkat 16,9% dibandingkan periode yang sama 2025, serta telah memenuhi 52,8% dari rencana laba setahun penuh. Capaian ini disebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk melanjutkan target bisnis pada paruh kedua tahun ini.

Pertumbuhan terutama ditopang oleh operasi bisnis inti. Pada semester pertama 2026, pendapatan bunga bersih EVF tercatat sebesar 1.103 miliar VND, naik hampir 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan pemanfaatan portofolio aset penghasil pendapatan yang dinilai efektif, serta kemampuan mengoptimalkan biaya modal untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Dari sisi kinerja per saham, laba per saham mencapai VND 717 per saham, meningkat 15,3% dibandingkan VND 622 per saham pada periode yang sama tahun lalu. Indikator ini menunjukkan peningkatan kemampuan perusahaan menghasilkan laba per saham seiring pertumbuhan hasil bisnis.

Skala operasi juga terus berkembang. Pada akhir Juni 2026, total aset EVF mencapai lebih dari 91,7 triliun VND, meningkat lebih dari 10% dibandingkan awal tahun. Sementara itu, pinjaman yang beredar tercatat lebih dari 67,2 triliun VND. Peningkatan aset dan pinjaman yang beredar disertai perbaikan profitabilitas menunjukkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pengendalian mutu operasional.

Perusahaan juga menyoroti kemampuan pengendalian biaya. Rasio biaya terhadap pendapatan dipertahankan pada 12,23%, yang mencerminkan efisiensi operasional dan upaya optimalisasi biaya. Di sisi kualitas kredit, rasio kredit macet dijaga di bawah 1%, yang dinilai berkontribusi pada pemeliharaan kualitas kredit serta membangun fondasi operasi yang lebih aman di tengah volatilitas pasar.