PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) meraih penghargaan pada ajang PR Indonesia Awards (PRIA) 2026 untuk kategori Laporan Tahunan. Apresiasi tersebut diberikan atas laporan tahunan TPS Tahun Buku 2025 yang dinilai melalui proses asesmen oleh dewan juri dalam acara yang digelar di Yogyakarta.
Penghargaan ini diberikan setelah laporan TPS dinilai dari sejumlah aspek, mulai dari penataan ulang alur cerita kinerja perusahaan, konsistensi pengelolaan data, hingga pembaruan desain visual agar informasi lebih informatif dan mudah dipahami pemangku kepentingan.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menyebut penghargaan tersebut menjadi validasi atas proses pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan yang dilakukan perusahaan. “Penghargaan ini memvalidasi proses learning yang kami lakukan secara berkelanjutan. Kami berupaya memastikan setiap data kinerja tersaji akurat, dapat ditelusuri, serta mudah dipahami pemangku kepentingan. Transparansi merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan,” ujarnya, Kamis (19/2).
Erika menambahkan, pencapaian itu merupakan hasil konsistensi TPS dalam meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan kompetensi penyusunan laporan tahunan, termasuk penguatan narasi, peningkatan kualitas data, serta standardisasi visualisasi informasi.
Dalam PRIA 2026, kategori Annual Report dinilai berdasarkan empat aspek utama, yakni desain laporan, pesan utama CEO/Direksi, bahasa dan pesan komunikasi, serta peningkatan dibandingkan laporan tahun sebelumnya. Keempat aspek tersebut masing-masing memiliki bobot penilaian 25 persen.
TPS melakukan penyempurnaan pada aspek-aspek tersebut. Dari sisi desain, laporan disusun berbasis navigasi data untuk memudahkan penelusuran indikator kinerja operasional, finansial, maupun ESG. Pesan strategis pimpinan perusahaan juga dirancang lebih terintegrasi dengan transformasi operasional serta nilai tambah bagi pelanggan dan ekosistem logistik.
Dari sisi bahasa, TPS menggunakan penyajian yang lebih lugas dan akuntabel dengan menonjolkan metrik kinerja serta metode pengukuran yang jelas. Perusahaan juga menampilkan peningkatan dibanding laporan sebelumnya, termasuk konsistensi antara baseline, target, dan realisasi kinerja, serta penambahan bagian lessons learned dan data dictionary.
Anggota Dewan Juri kategori Laporan Tahunan PRIA 2026, Verlyana Hitipeuw, menilai laporan TPS memiliki keunggulan pada keterpaduan strategi, kinerja, dan manajemen risiko dalam satu alur narasi. “Pada kategori Laporan Tahunan, kami tidak hanya menilai kemasan visual, tetapi juga keterpaduan pesan strategis, kejelasan metode pengukuran, serta perbaikan nyata dari tahun ke tahun. TPS menonjol dalam konsistensi narasi strategi dan penguatan akuntabilitas data,” jelasnya.
Selain mengikuti penilaian, TPS juga disebut aktif meningkatkan kapasitas komunikasi korporasi melalui berbagai sesi pengembangan yang menjadi bagian dari ekosistem PRIA, seperti workshop manajemen krisis dan strategi komunikasi publik berbasis kolaborasi dengan pemangku kepentingan.
Erika menyatakan partisipasi TPS dalam PRIA tidak hanya ditujukan untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran untuk menyerap praktik terbaik komunikasi korporasi. “Melalui konferensi, workshop, dan proses penjurian, kami membangun benchmark internal dan mengintegrasikannya ke dalam proses penyusunan laporan tahunan,” pungkasnya.

