KPU Kota Balikpapan menerima pendaftaran tiga pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota pada Kamis, 29 Agustus 2024. Pendaftaran pertama tercatat pada pukul 13.00 Wita, disusul paslon lain pada sore hingga malam hari.
Paslon pertama yang mendaftar adalah wali kota petahana H. Rahmad Mas’ud bersama Bagus Susetyo. Setelah itu, KPU dijadwalkan menerima pendaftaran paslon H. Sahbani berpasangan dengan Syukri Wahid. Pada malam hari, usai salat Magrib sekitar pukul 19.00 Wita, paslon H. Rendi Susiswo Ismail dan Edi Sunardi juga disebut akan mendaftar.
Dalam catatan yang disampaikan, situasi Pilkada Balikpapan 2024 disebut menjadi momen yang berbeda karena untuk pertama kalinya, dalam sejarah pilkada serentak pascareformasi di Balikpapan, terdapat tiga paslon yang maju mendaftar ke KPU. Kondisi ini juga dikaitkan dengan dampak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membentuk realitas baru dalam dinamika politik lokal.
Koalisi pengusung Rahmad Mas’ud–Bagus Susetyo turut menjadi sorotan karena tidak lagi bersama PDI Perjuangan (PDI-P) seperti pada Pilkada 2020. Pada pilkada sebelumnya, PDI-P mengusung almarhum Thohari Aziz sebagai calon wakil wali kota. Thohari Aziz ditetapkan sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan hasil Pilkada 9 Desember 2020, namun meninggal dunia pada Rabu, 27 Januari 2021 pukul 17.30 Wita di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan setelah menjalani perawatan selama 11 hari.
Pada Pilkada 2024, Rahmad Mas’ud memilih Bagus Susetyo yang disebut sebagai kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Dalam tulisan tersebut juga disebutkan bahwa Pilkada Balikpapan kali ini menghadirkan lebih banyak pilihan dan tidak lagi diwarnai opsi kotak kosong seperti pada Pilkada 2020.
Sementara itu, paslon H. Sahbani–Syukri Wahid digambarkan memiliki latar belakang sebagai mantan birokrat, pekerja profesional, serta politisi. Pasangan ini diusung koalisi yang disebut terdiri dari Partai Demokrat, Partai Gelora, Partai Perindo, PSI, dan PBB. Keseriusan koalisi tersebut ditandai dengan pendaftaran ke KPU pada 29 Agustus 2024.
Di sisi lain, menjelang akhir masa pendaftaran, muncul pula dukungan dari sebagian komponen masyarakat terhadap H. Abdulloh, mantan Ketua DPRD Kota Balikpapan dua periode. Dukungan itu dikaitkan dengan diterimanya dokumen persetujuan dari DPP Gerindra berupa Model B. Persetujuan Parpol. KWK Nomor: 08-1394/Kpts/DPP-GERINDA/2024 tentang persetujuan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, yang ditandatangani Ketua Umum H. Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal H. Ahmad Muzani tertanggal 22 Agustus 2024.
Dalam tulisan tersebut juga muncul pertanyaan mengenai dinamika internal terkait terbitnya persetujuan dari Gerindra, termasuk isu adanya “SK kembar” yang disebut menyangkut nama Bagus Susetyo, serta penilaian apakah langkah H. Abdulloh maju di Pilkada 2024 dilakukan dengan “setengah hati”.