Survei Indikator Politik: Kepuasan Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis Capai 72,8 Persen

Survei Indikator Politik: Kepuasan Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis Capai 72,8 Persen

Survei Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto mencapai 72,8 persen. Temuan ini menunjukkan dukungan masyarakat yang relatif tinggi terhadap program tersebut.

Pendiri sekaligus peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan hasil itu berdasarkan survei terhadap 1.220 warga negara Indonesia yang dilakukan pada 15–21 Januari 2026. Hasil survei diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Minggu.

Dalam survei tersebut, 12,2 persen responden menyatakan “sangat puas” terhadap pelaksanaan MBG, sementara 60,6 persen menyebut “cukup puas”. Di sisi lain, 19,9 persen responden mengaku “kurang puas” dan 4,5 persen menyatakan “tidak puas sama sekali”.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen. Muhtadi menilai kelompok yang menyatakan “cukup puas” berpotensi mengubah pandangan, bergantung pada kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengelola program.

Muhtadi juga menyebut kepuasan terhadap MBG dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik secara keseluruhan terhadap pemerintahan Prabowo. Namun, ia menambahkan bahwa sebagian responden tetap memiliki pandangan positif terhadap Presiden meskipun menyatakan ketidakpuasan terhadap program. Pada saat yang sama, ada pula responden yang memiliki pandangan negatif terhadap program dan pemerintahan, sehingga penguatan kinerja BGN dinilai penting untuk mencegah masalah di masa depan, termasuk insiden keracunan makanan.

Secara terpisah, Presiden Prabowo menyatakan Program Makan Bergizi Gratis telah memenuhi kebutuhan gizi lebih dari 60 juta orang di seluruh Indonesia sejak diluncurkan pada Januari tahun lalu. Pemerintah, menurut Prabowo, berkomitmen memperluas cakupan program dengan target mencapai 82,3 juta anak sekolah, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil pada akhir 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan sekitar 100.000 orang dalam perayaan satu abad organisasi Islam Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan bahwa perluasan program juga menyasar kelompok rentan lain. Ia menyebut target penerima tahun ini mencakup sekitar 400.000 lansia dan 36.000 penyandang disabilitas.

Pemerintah menyatakan perluasan cakupan MBG ditujukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh kelompok rentan, seiring upaya pemenuhan gizi masyarakat.