Survei Indikator: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Hampir 80 Persen, Pemberantasan Korupsi Jadi Faktor Utama

Survei Indikator: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Hampir 80 Persen, Pemberantasan Korupsi Jadi Faktor Utama

Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto masih berada pada level tinggi di awal masa pemerintahannya. Dalam temuan survei tersebut, total responden yang menyatakan puas mencapai 79,9 persen.

Dari angka itu, sekitar 13 persen responden menyatakan “sangat puas”, sementara mayoritas lainnya berada pada kategori “cukup puas”. Indikator menilai tingkat kepuasan ini masih tergolong “lumayan tinggi”, meski basis responden yang menyatakan sangat puas disebut belum terlalu kuat.

Survei ini juga mencatat perubahan faktor yang paling memengaruhi kepuasan publik. Jika pada periode sebelumnya ketegasan personal Presiden Prabowo kerap menjadi alasan dominan, sejak Oktober 2025 variabel pemberantasan korupsi justru paling banyak disebut responden sebagai penentu kepuasan.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa responden yang puas menilai Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat dalam melawan praktik korupsi. Persepsi itu disebut menjadi penopang utama tingginya tingkat kepuasan publik.

Selain pemberantasan korupsi, faktor lain yang banyak disebut adalah seringnya pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat. Bantuan sosial, khususnya bansos pangan dan bantuan langsung tunai (BLT), dinilai berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi warga.

Munculnya bantuan sosial sebagai salah satu faktor penentu kepuasan dikaitkan dengan kebijakan pemerintah pasca kerusuhan pada Agustus 2025. Saat itu, pemerintah menggulirkan sejumlah program bantuan yang disebut bertujuan meredam dampak sosial dan ekonomi. Kebijakan tersebut dinilai ikut mendorong persepsi positif karena bantuan dirasakan langsung oleh warga dan dianggap sebagai bentuk kehadiran negara.

Dari sisi demografi, tingkat kepuasan disebut relatif merata. Kepuasan sedikit lebih kuat di kalangan perempuan, sementara basis pemilih laki-laki yang menyatakan puas juga besar, sekitar 77,9 persen. Dari sisi generasi, profil pemilih yang puas tidak jauh berbeda dengan basis pendukung Prabowo pada Pemilihan Presiden 2024, dengan kelompok generasi muda masih menjadi salah satu penopang utama.

Meski demikian, porsi responden yang menyatakan sangat puas masih relatif kecil. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang perbaikan agar kepuasan publik tidak hanya bertahan pada level “cukup puas”, tetapi meningkat menjadi “sangat puas”. Penguatan pemberantasan korupsi, konsistensi penyaluran bantuan, serta peningkatan kualitas layanan publik disebut sebagai faktor yang berpotensi mendorong peningkatan tersebut.

Survei itu juga menekankan bahwa kepuasan publik dapat mempermudah implementasi kebijakan, namun sekaligus meningkatkan ekspektasi masyarakat. Publik, antara lain, menuntut agar komitmen pemberantasan korupsi diwujudkan dalam praktik, bukan sekadar narasi.

Secara keseluruhan, survei Indikator Politik Indonesia menyimpulkan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo masih tinggi, dengan pemberantasan korupsi dan bantuan sosial sebagai dua faktor utama yang paling banyak disebut responden.