Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional yang mencatat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menembus 90 persen pada awal masa pemerintahannya. Dalam survei tersebut, lebih dari sembilan dari sepuluh responden menyatakan percaya terhadap kepemimpinan Presiden.
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa kepercayaan publik terhadap presiden umumnya lebih tinggi dibandingkan penilaian terhadap kinerja pemerintahan. Menurutnya, kepercayaan terhadap institusi kepresidenan memiliki cakupan lebih luas dan tidak selalu identik dengan evaluasi kebijakan.
“Kepercayaan terhadap Presiden sebagai jabatan cenderung lebih tinggi dibandingkan penilaian terhadap kinerjanya,” kata Burhan, Minggu, 8 Februari 2026.
Adapun tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo dalam survei ini tercatat sebesar 79,9 persen. Burhan menilai angka tersebut menunjukkan respons positif publik pada fase awal pemerintahan. Ia juga menyebut tingkat kepuasan itu berada di atas capaian awal pemerintahan presiden-presiden sebelumnya, termasuk pada periode awal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.
Burhan menambahkan, penilaian publik tidak hanya dipengaruhi faktor kepemimpinan, tetapi juga persepsi terhadap kondisi ekonomi nasional. Namun, ia menekankan bahwa latar belakang sosial dan ekonomi responden berperan besar dalam membentuk penilaian tersebut.
Survei ini juga mencatat adanya perubahan faktor utama yang mendorong kepuasan publik. Jika sebelumnya ketegasan menjadi faktor dominan, kini upaya pemberantasan korupsi disebut sebagai alasan teratas kepuasan responden. Selain itu, kebijakan bantuan sosial turut berkontribusi terhadap tingkat kepuasan masyarakat, terutama setelah adanya tekanan sosial dan ekonomi pada pertengahan 2025.
Selain presiden, Indikator Politik Indonesia juga mencatat tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI). Burhan menyebut 93 persen responden menyatakan percaya dan sangat percaya terhadap TNI, menjadikannya institusi dengan tingkat kepercayaan tertinggi di antara lembaga negara.
Meski demikian, survei tersebut mencatat adanya penurunan tipis dibandingkan hasil pengukuran sebelumnya. Indikator menilai hal itu perlu menjadi perhatian untuk menjaga konsistensi kepercayaan publik.
Burhan menegaskan, kepercayaan dan kepuasan merupakan dua indikator berbeda yang dapat berubah mengikuti dinamika kebijakan dan kinerja pemerintahan.
Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

