JAKARTA — Survei nasional terbaru Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Lebih dari 90 persen responden menyatakan percaya atau sangat percaya kepada Presiden, baik sebagai jabatan maupun figur kepemimpinan nasional.
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa indikator kepercayaan (trust) terhadap presiden kerap berada di atas tingkat kepuasan (approval rating) terhadap kinerja. Menurutnya, kepercayaan terhadap presiden sebagai institusi sering kali lebih tinggi dibandingkan evaluasi publik atas performa pemerintahan.
Dalam survei yang sama, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat 79,9 persen, yakni gabungan responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas. Burhanuddin menilai angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan pada awal pemerintahan presiden-presiden sebelumnya, seperti Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 dan Joko Widodo pada 2014.
Ia menambahkan, kepuasan publik terhadap presiden juga berkaitan dengan cara masyarakat menilai kondisi ekonomi nasional. Namun, penilaian tersebut disebut sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan ekonomi responden.
Survei ini juga menyoroti perubahan faktor yang dianggap paling menentukan kepuasan publik. Jika sebelumnya citra ketegasan menjadi faktor dominan, belakangan pemberantasan korupsi muncul sebagai alasan utama di kalangan responden yang menyatakan puas terhadap Presiden Prabowo.
Selain itu, faktor lain yang turut memengaruhi kepuasan adalah pemberian bantuan sosial, terutama setelah gejolak sosial dan ekonomi pada Agustus 2025. Burhanuddin menyebut aspek ini sebagai temuan yang relatif baru dalam membentuk persepsi publik.
Di luar penilaian terhadap presiden, Indikator juga mencatat tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebanyak 93 persen responden menyatakan percaya atau sangat percaya kepada TNI, menjadikannya lembaga dengan tingkat kepercayaan tertinggi di antara institusi negara lain yang disurvei.
Meski demikian, Burhanuddin mencatat adanya penurunan tipis dibandingkan survei sebelumnya, ketika tingkat kepercayaan terhadap TNI pernah berada di atas 95 persen. Ia menilai penurunan tersebut patut menjadi perhatian agar dilakukan koreksi.
Burhanuddin menekankan bahwa kepercayaan (trust) dan kepuasan (approval) adalah dua indikator berbeda meski saling berkaitan. Kepercayaan bersifat lebih umum, sedangkan kepuasan lebih dipengaruhi evaluasi kebijakan dan kinerja aktual, serta dapat berubah mengikuti konteks.
Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Sampel diambil menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

