PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mulai mematangkan langkah strategis untuk menjalankan transisi kepemimpinan secara bertahap dan terstruktur. Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan rencana estafet pengurus tersebut telah disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 17 Maret 2026, dengan target penataan menyeluruh rampung pada 2027.
Irwan menjelaskan, dirinya kembali dipercaya memimpin proses transisi karena pengalaman operasional selama 59 tahun dan posisinya sebagai anggota keluarga pendiri yang paling senior. Namun ia menegaskan peran eksekutifnya saat ini hanya sebagai penghubung untuk menyerahkan kepemimpinan kepada generasi berikutnya.
“Kalau direstui dalam RUPS, saya ini hanya menjembatani untuk menyerahkan kepemimpinan kepada generasi penerus. Kenapa saya dipilih, karena saya paling tua. Tapi tugas saya hanya mengantar ke generasi penerus,” ujar Irwan di sela Kampanye Menabung Saham di Agrowisata Sido Muncul, Senin (30/3/2026).
Menurut Irwan, proses regenerasi kali ini lebih kompleks karena melibatkan 13 anggota keluarga generasi penerus dari lima cabang keluarga. Kondisi tersebut berbeda dengan generasi sebelumnya yang hanya terdiri dari lima bersaudara. Karena itu, perusahaan menyiapkan aturan formal yang lebih transparan dan sistematis untuk menggantikan pola komunikasi berbasis kebiasaan yang selama ini berjalan.
Dalam satu tahun ke depan, manajemen akan memfokuskan pembenahan agar perusahaan berada dalam kondisi “sempurna” saat diserahkan. Evaluasi dilakukan menyeluruh, mencakup aspek produksi, standar lingkungan, hingga kesehatan keuangan, dengan tujuan mencapai kepatuhan regulasi penuh (full compliance).
Irwan menekankan pentingnya menyerahkan entitas bisnis tanpa celah aturan sedikit pun kepada para penerus. “Kami ingin menyerahkan perusahaan dalam kondisi sempurna, patuh 100 persen terhadap aturan. Jangan sampai ada celah saat diserahkan ke generasi berikutnya, baik dari sisi produksi, lingkungan, maupun keuangan,” tegasnya.
Selain penataan internal, Sido Muncul juga mengarahkan strategi pada ekspansi global. Perusahaan berencana membangun kantor pemasaran di luar negeri untuk menekan biaya investasi dibandingkan membangun pabrik. Irwan menyebut rencana di Arab Saudi sempat tertunda akibat kondisi geopolitik, sehingga perusahaan kini mempertimbangkan negara alternatif guna memperkuat penetrasi produk suplemen di pasar internasional.
Untuk mendukung tata kelola modern, perusahaan turut mengembangkan aplikasi digital Smart (Sido Monitoring Activity Real Time). Sistem ini dirancang agar pengawasan aktivitas bisnis dapat dilakukan secara seketika tanpa menunggu laporan berkala.
Terkait kepemimpinan, Irwan berpandangan posisi CEO idealnya tetap dipegang keluarga selama memiliki kompetensi, karena pemilik dinilai memiliki totalitas dan komitmen lebih tinggi dibanding profesional eksternal. Meski jabatan direktur akan segera dilepas, ia memastikan para pendiri tetap mendampingi generasi baru selama dua hingga tiga tahun setelah transisi, kemungkinan melalui posisi komisaris.
Irwan menyatakan optimistis terhadap kualitas 13 calon penerus yang disebutnya rata-rata memiliki pengalaman kerja 15 hingga 25 tahun serta latar belakang pendidikan yang memadai. “Kami tidak akan meninggalkan begitu saja. Tetap kami dampingi agar transisi berjalan baik. Semua berpendidikan baik dan punya pengalaman panjang, jadi tidak diragukan,” pungkasnya.

