Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Golkar, Ivan Wirata, menggelar kegiatan reses di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, dengan lokasi di Desa Muhajirin, Jumat (04/11/2022).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Muhajirin, Sekretaris Desa, Ketua dan anggota BPD Desa Muhajirin, serta tokoh masyarakat, pemuda, dan warga setempat. Reses juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi M. Rido SE serta kader Partai Golkar Kabupaten Muaro Jambi.
Ketua BPD Desa Muhajirin, M. Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ivan Wirata. Ia berharap reses dapat menjadi sarana untuk menggali persoalan yang ada di Desa Muhajirin.
Aspirasi warga dalam reses
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyampaikan keluhan yang mereka rasakan. Di antaranya terkait harga karet, penerangan jalan, kebutuhan ambulans, serta kondisi sarana pendidikan.
- Kailani menyampaikan keluhan soal harga karet yang dinilai masih rendah, berkisar Rp6.000 hingga Rp6.500 per kilogram.
- Haryanto, anggota BPD Muhajirin, menyoroti banyaknya lampu jalan di sepanjang jalan desa yang tidak berfungsi atau mati. Ia juga menyampaikan permintaan agar desa dapat memiliki ambulans.
- Maisyaroh, anggota BPD perempuan Desa Muhajirin, mengungkapkan kondisi bangunan madrasah ibtidaiyah yang dinilai kurang memadai sehingga menghambat kegiatan belajar-mengajar.
Tanggapan Ivan Wirata
Menanggapi persoalan harga karet, Ivan Wirata menyebut salah satu penyebab turunnya harga adalah keberadaan kawasan industri atau hilirisasi karet yang berada di luar Kabupaten Muaro Jambi. Menurutnya, penurunan harga tidak hanya terjadi di Desa Muhajirin, tetapi juga di desa-desa lainnya.
Ia juga menyarankan warga tidak hanya mengandalkan sawit, tetapi turut menanam sayur agar pendapatan dapat lebih berimbang dengan pengeluaran.
Terkait lampu jalan dan kondisi bangunan madrasah, Ivan meminta pemerintah desa membuat surat serta melengkapi dengan proposal. Ia menyatakan usulan tersebut dapat diajukan melalui APBD.
Partisipasi warga
Haryanto menyebut peserta reses didominasi kaum ibu. Dari sekitar 300 undangan yang disebar, ia memperkirakan 70% yang hadir adalah ibu-ibu dan 30% bapak-bapak. Ia menilai antusiasme ibu-ibu dalam kegiatan tersebut cukup tinggi.
Reses merupakan masa ketika anggota DPR/DPRD bekerja di luar gedung untuk bertemu konstituen di daerah pemilihan. Melalui kegiatan ini, aspirasi masyarakat dapat dihimpun sebagai bahan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

