Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan, menyatakan terus menjaga konsistensi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Di bawah pimpinan Kepala Puskesmas dr. Silvana Feronita Pakasi, Puskesmas Maesaan disebut terus melakukan inovasi dan pembenahan untuk mengoptimalkan layanan publik.
Menurut dr. Silvana, pelayanan yang diberikan Puskesmas Maesaan berpedoman pada aturan dan regulasi yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kepuasan masyarakat melalui pelayanan yang disiplin, bertanggung jawab, dan tulus, baik saat pelayanan di kantor maupun kegiatan di luar kantor seperti turdes dan kegiatan lapangan lainnya.
“Pelayanan kesehatan terus kita optimalkan, guna meningkatkan kepercayaan dan kepuasan publik terhadap kinerja dan pelayanan Puskesmas Maesaan. Maka dari itu setiap layanan yang diberikan kita selalu berdasarkan pada aturan dan regulasi yang berlaku, dan itu selalu kita tekankan pada setiap pegawai,” kata dr. Silvana Feronita Pakasi.
Selain pelayanan, Puskesmas Maesaan juga menyoroti aspek tata kelola sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terakreditasi. Puskesmas Maesaan menyatakan terus berupaya meningkatkan pelayanan secara profesional, serta menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Dr. Silvana juga menyampaikan komitmen terkait pengelolaan keuangan yang diterima dan dikelola oleh Puskesmas Maesaan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Sikap tegas anti korupsi sudah menjadi komitmen Puskesmas Maesaan, karena setiap rupiah anggaran yang diterima dan dikelola, setiap obat, setiap pelayanan kesehatan yang diembankan adalah amanah rakyat yang harus dijawab dengan jujur, tulus, ikhlas, bertanggung jawab, dan transparan serta akuntabel,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Puskesmas Maesaan juga menegaskan penolakan terhadap berbagai bentuk praktik korupsi, termasuk tidak menerima gratifikasi, menolak pungutan liar, serta tidak menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dr. Silvana menambahkan, penguatan integritas dan penolakan terhadap korupsi terus digelorakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang optimal serta pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.