Presiden Prabowo Subianto mengingatkan partai-partai politik untuk kembali bersatu setelah pemilu. Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang pada Pemilu 2024 sempat menjadi pesaingnya namun kini berada dalam satu barisan.
Prabowo menyampaikan bahwa persaingan dalam pemilu adalah hal yang wajar. Ia mencontohkan sikapnya ketika mengalami kekalahan dalam pemilu dengan tetap menghormati pihak yang menang.
"Saya datang, saya hormat, saya kasih selamat. Bersaing itu baik. Pertandingan itu baik, iya kan? Sepak bola ada pertandingan, kan ada dua. Satu harus menang. Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin?," kata Prabowo saat berpidato pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung posisi Cak Imin dan PKB yang kini mendukung pemerintahannya. Ia menyebut dinamika politik sempat membuat Cak Imin dan PKB berada di kubu yang berbeda, namun hal tersebut dinilainya bukan persoalan.
"Ya, persaingan itu biasa, nggak ada masalah. Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya. Tapi nggak ada masalah, karena dalam hati beliau, beliau juga ingin yang terbaik untuk Indonesia. Dan sekarang beliau bersama saya untuk Indonesia, saudara," ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa bergabungnya pihak yang sebelumnya berseberangan merupakan bagian dari upaya memperkuat persatuan bangsa. Ia menyatakan Indonesia harus menunjukkan karakter sebagai bangsa yang mampu bersaing secara sehat dan kembali bersatu untuk bekerja bagi rakyat.
"Tidak ada masalah saudara-saudara, ya. Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa. Kita ini satu keluarga. Buktikanlah bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu, bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia saudara-saudara," tegasnya.
Selain itu, Prabowo meminta pihak-pihak yang tidak ingin turut bekerja untuk bangsa agar tidak sekadar melontarkan komentar sinis kepada pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik.
"Jangan bisanya nyinyir, iya kan. Kalau lo nggak setuju, lo nggak mau bekerja, lo duduk saja lihat baik-baik gitu lho. Tapi kita terima kritik. Kita terima kritik. Kritik itu bagus. Itu artinya koreksi, waspada. Kita kritik, kita mau terima kritik," pungkasnya.