Pidato di WEF Swiss, Prabowo Klaim Kemiskinan Ekstrem Indonesia Turun ke Level Terendah

Pidato di WEF Swiss, Prabowo Klaim Kemiskinan Ekstrem Indonesia Turun ke Level Terendah

Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia telah turun ke titik terendah sepanjang sejarah. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam forum World Economic Forum (WEF) di Swiss, Kamis (22/1) malam.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan capaian tersebut belum banyak diketahui dunia internasional. Ia menilai hal itu terkait karakter masyarakat Indonesia yang cenderung tidak suka menonjolkan diri.

“Anda mungkin belum pernah mendengar cerita kami, karena kami adalah orang-orang yang tidak suka pamer. Kami rendah hati. Kami cenderung berada di bawah radar. Namun kami sangat bertekad dalam upaya kami untuk menyusul bagian dunia lainnya,” ujar Prabowo.

Ia kemudian menegaskan klaimnya terkait penurunan kemiskinan ekstrem. “Anda mungkin tidak pernah mendengar cerita ini, tetapi kemiskinan ekstrem di Indonesia turun ke tingkat terendah dalam sejarah,” sambungnya.

Prabowo juga menyampaikan tekad untuk menghapus kemiskinan ekstrem sepenuhnya dalam empat tahun ke depan. Ia menyatakan optimisme bahwa kemiskinan secara keseluruhan dapat diberantas.

“Itulah misi hidup saya. Itulah misi saya di sisa tahun-tahun hidup saya. Tidak ada yang lebih terhormat, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menurunkan kemiskinan dan menghapuskan kelaparan,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, inti kepemimpinannya adalah memastikan masyarakat miskin dan kelompok lemah dapat tersenyum serta memiliki harapan akan masa depan. Ia menyebut prinsip tersebut dipelajarinya dari seorang tokoh yang ia gambarkan sebagai sosok bijaksana dan jujur dalam dunia politik.

“Dia memberi tahu saya, ‘Prabowo, tugas seorang pemimpin sangat sederhana. Jika kamu ingin menjadi pemimpin negara ini, kamu harus bekerja agar si miskin dan si lemah bisa tersenyum dan bisa tertawa,’” ungkapnya.

Prabowo menilai senyum dan tawa masyarakat miskin mencerminkan adanya harapan dan keyakinan terhadap masa depan. Karena itu, ia menyatakan komitmen memperbaiki mata pencaharian kelompok paling rentan.

“Jadi itulah misi saya sekarang, untuk membuat orang Indonesia yang paling miskin, yang paling lemah, tersenyum. Saya rasa bagian dari ini adalah kita harus memerangi korupsi, manipulasi, dan kejahatan jabatan,” ujar Prabowo.