Piala Presiden Masuk Edisi Kedelapan, Penyelenggara Tekankan Transparansi dan Audit Keuangan

Piala Presiden Masuk Edisi Kedelapan, Penyelenggara Tekankan Transparansi dan Audit Keuangan

BALI — Piala Presiden telah bergulir selama delapan edisi sejak pertama kali digelar pada 2015. Selain menjadi ajang pramusim bagi klub-klub sepak bola Indonesia, turnamen ini juga menempatkan transparansi pengelolaan sebagai prinsip yang terus dijaga, termasuk dalam hal pendanaan, sponsorship, laporan keuangan, hingga proses audit.

Pada Piala Presiden 2026, dukungan sponsor disebut mencapai Rp 100 miliar. Seiring meningkatnya dukungan tersebut, hadiah juara juga naik menjadi Rp 8 miliar. Sementara itu, hadiah untuk peringkat kedua, ketiga, dan keempat masing-masing meningkat menjadi Rp 3,5 miliar, Rp 2,5 miliar, dan Rp 1,5 miliar.

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa besarnya dukungan sponsor tidak mengubah prinsip dasar penyelenggaraan turnamen. Menurut dia, Piala Presiden tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun dana dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melainkan seluruhnya berasal dari sektor swasta.

“Piala Presiden dananya tidak ada dari APBN, tidak ada dari BUMN, semuanya dari swasta. Dan diaudit dari auditor yang kelasnya internasional,” kata Maruarar.

Maruarar menyebut audit menjadi salah satu ukuran penting untuk memastikan transparansi sekaligus membangun reputasi turnamen. Ia mengatakan penyelenggara menggandeng PwC sebagai auditor. “Delapan kali Piala Presiden, kami berpikir keras bagaimana membangun reputasi dan kepercayaan. Salah satu alat ukur transparansi adalah audit. Karena itu kami bersama PwC sebagai alat ukur berkelas internasional,” ujarnya.

Selain aspek keuangan, Maruarar juga menekankan konsistensi penyelenggara dalam memenuhi komitmen selama turnamen berlangsung. Ia menyebut siaran turnamen berlangsung di televisi yang sama dan berbagai janji penyelenggaraan dipenuhi tepat waktu. “Delapan edisi ini juga disiarkan di televisi yang sama. Apa yang dijanjikan selalu tepat waktu,” katanya.

Menurut Maruarar, konsistensi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan, tidak hanya kepada sponsor tetapi juga kepada klub peserta, pemegang hak siar, suporter, dan publik. Di sisi lain, ia menyatakan penyelenggara tetap membuka ruang kritik dan evaluasi agar kualitas turnamen dapat terus diperbaiki dari satu edisi ke edisi berikutnya.

Di lapangan, Piala Presiden 2026 kembali menjadi ajang pramusim yang memberi pengalaman kompetitif bagi klub menjelang kompetisi musim 2026/2027. Pertandingan dengan intensitas tinggi, termasuk duel Persib Bandung kontra Persija Jakarta serta Derbi Jatim antara Persebaya Surabaya dan Arema FC, menunjukkan turnamen pramusim ini tidak sekadar laga pemanasan.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyebut lima pertandingan yang dijalani timnya membantu proses evaluasi. “Lima pertandingan di Piala Presiden sangat membantu proses kami. Selama turnamen, tim terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” kata Marcos.

Dari sisi penyelenggaraan, Piala Presiden 2026 menggunakan sejumlah stadion di Pulau Jawa dan Bali. Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Gelora Bung Tomo menjadi venue fase grup, sebelum semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final dipusatkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Pemindahan fase akhir ke Bali sempat menjadi perhatian karena terkait perjalanan tim dan persiapan klub. Namun seluruh peserta mengikuti keputusan penyelenggara dan pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal.

Turnamen ini juga mencatat sejumlah momen sportivitas di tengah laga yang bertensi tinggi. Seusai pertandingan, pemain dan ofisial dari tim yang menang maupun kalah disebut tetap menunjukkan sikap saling menghormati dan memberi apresiasi kepada lawan.

Dengan berakhirnya Piala Presiden 2026, penyelenggara menilai delapan edisi turnamen menjadi catatan tentang upaya membangun reputasi dan kepercayaan melalui transparansi, akuntabilitas, serta kesediaan mempertanggungjawabkan pengelolaan kepada publik.