Di tengah percepatan transisi energi global dan tantangan menjaga keberlanjutan pasokan energi dalam negeri, PT Pertamina (Persero) menegaskan perlunya pendekatan investasi sektor minyak dan gas (migas) yang responsif serta berorientasi jangka panjang.
Senior Vice President Strategy and Investment PT Pertamina (Persero) Henricus Herwin menjelaskan, perusahaan menerapkan strategi Dual Growth Strategy. Strategi ini menempatkan keberlanjutan bisnis migas sebagai fondasi ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong percepatan pengembangan portofolio energi rendah karbon.
Henricus menilai proses transisi energi tidak dapat berlangsung secara tiba-tiba tanpa mempertimbangkan aspek keandalan pasokan energi. Karena itu, menurutnya diperlukan strategi investasi yang proporsional agar transformasi energi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga stabilitas energi nasional.
“Pengembangan industri migas ke depan menuntut strategi yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis inovasi. Pertamina berkomitmen memperkuat investasi dan transformasi bisnis energi dengan mengedepankan efisiensi, teknologi, serta pengembangan talenta muda sebagai pilar utama ketahanan energi nasional,” ujar Henricus dalam keterangannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Henricus dalam agenda Futuristic 3.0 yang digelar Society of Petroleum Engineers Universitas Pertamina Student Chapter (SPE UP SC) di Auditorium Universitas Pertamina, Jumat (10/1). Kegiatan itu diikuti sekitar 180 mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan dan mengusung tema “From Strengthening Legacy Businesses to Low Carbon Ambition: Pertamina’s Dual Growth Strategy in Navigating the Energy Transition”.
Seminar diselenggarakan dalam format guest lecture dan membuka ruang diskusi langsung antara akademisi dan praktisi industri mengenai arah serta tantangan masa depan sektor energi nasional.
Dalam kerangka transformasi bisnis energi, Pertamina juga menyoroti peran krusial sumber daya manusia sebagai salah satu penentu keberhasilan transisi energi. Hal ini terlihat dari sesi diskusi interaktif, ketika para mahasiswa menunjukkan ketertarikan dan antusiasme terhadap isu transisi energi serta prospek karier di sektor migas maupun energi rendah karbon.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan memahami lanskap industri energi secara lebih menyeluruh. Selain aspek teknis, mereka juga mendapatkan sudut pandang bisnis dan kebijakan, termasuk gambaran mengenai proses perumusan keputusan investasi dan transformasi energi oleh pelaku industri nasional.
Selaras dengan komitmen Universitas Pertamina untuk mencetak sumber daya manusia unggul di bidang energi, agenda ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa Teknik Perminyakan dalam menghadapi dinamika sektor energi ke depan.

