Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Penyelenggara Tekankan Tradisi Transparansi

Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Penyelenggara Tekankan Tradisi Transparansi

Persebaya Surabaya resmi menjadi juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung 1-0 pada laga final yang digelar Kamis, 6 Agustus. Turnamen pramusim yang memasuki edisi kedelapan ini tidak hanya mencatat keberhasilan Persebaya, tetapi juga kembali menonjolkan komitmen penyelenggara pada prinsip transparansi.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menyatakan keterbukaan telah menjadi tradisi sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 2015. Menurutnya, transparansi bukan sekadar kebijakan, melainkan bagian dari standar penyelenggaraan yang terus dipertahankan.

Komitmen tersebut disebut terlihat dari kerja sama dengan PwC Indonesia sebagai auditor independen yang telah berjalan selama satu dekade. Penyelenggara menyebut seluruh dana sebesar Rp100 miliar yang terkumpul selama turnamen dapat dipertanggungjawabkan dan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Dari sisi siaran, publik disebut diberikan akses untuk memantau performa tayangan televisi. Final Persib melawan Persebaya mencatat share siaran 45,3 persen, yang diklaim sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah Piala Presiden sejak 2015.

Penyelenggara juga mengubah mekanisme pengumuman pemenang lomba jurnalis. Jika sebelumnya hanya pemenang yang diumumkan, pada edisi ini tiga kandidat terbaik di setiap kategori diumumkan secara terbuka, dengan keterlibatan warganet melalui voting.

Di tengah disrupsi media, penyelenggara menilai capaian tersebut menjadi penanda bahwa sepak bola masih memiliki daya tarik sebagai hiburan pemersatu. Mereka juga menyebut konsistensi siaran dijaga dengan menayangkan turnamen di satu stasiun televisi tanpa penundaan maupun perubahan janji.

Dengan fondasi kepercayaan yang dinilai semakin kuat, perhatian publik kini mengarah pada wacana berikutnya, yakni menjadikan Piala Presiden sebagai wadah uji coba Timnas Indonesia.