Peringatan Hoskinson Picu Kekhawatiran: Ekosistem Cardano Menyusut, Aktivitas dan Minat Pasar Melemah

Peringatan Hoskinson Picu Kekhawatiran: Ekosistem Cardano Menyusut, Aktivitas dan Minat Pasar Melemah

Pernyataan terbaru pendiri Cardano, Charles Hoskinson, memicu kembali pertanyaan tentang arah proyek tersebut setelah penutupan platform analitik Tap Tools. Menanggapi kabar itu, Hoskinson memperingatkan potensi gelombang kegagalan lanjutan dan menyebut dirinya lelah “mengurus penurunan”, di tengah tanda-tanda melemahnya aktivitas di jaringan Cardano.

Sejumlah indikator memperlihatkan tekanan yang sedang dialami ekosistem. Total value locked (TVL) Cardano di aplikasi DeFi dilaporkan turun tajam dari sekitar US$905 juta pada akhir 2024 menjadi US$139,77 juta, atau merosot sekitar 85%. Aktivitas perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) Cardano juga menurun, dengan volume mingguan yang turun dari puncak mendekati 19 juta ADA pada akhir 2025 menjadi sekitar 1,9 juta ADA, mendekati level terendah tahun ini.

Di sisi penggunaan jaringan, jumlah alamat aktif harian turut melemah dari puncak akhir 2025 yang mendekati 17.600 menjadi sekitar 14.900. Pada saat yang sama, volume perdagangan token ADA disebut ikut turun, yang mencerminkan rendahnya pemanfaatan jaringan dan berkurangnya minat terhadap ADA di tengah kondisi pasar kripto yang belakangan lebih didominasi aktivitas trading dan volatilitas.

Hoskinson sempat mengemukakan opsi ekstrem berupa peluncuran “Cardano baru” dengan mekanisme proof-of-burn untuk meninggalkan pemegang yang dinilai bermusuhan. Meski demikian, ia menyatakan keyakinan pada kekuatan teknologi Cardano, termasuk rencana peningkatan Leios yang disebut akan rilis pada akhir tahun, sembari menilai persoalan utama berada pada aspek ekonomi dan tata kelola.

Di tingkat aplikasi, sebagian besar protokol besar Cardano juga mencatat penurunan. Minswap, DEX terbesar di Cardano, dilaporkan kehilangan sekitar 11% TVL dalam sebulan. Indigo, protokol pencetakan aset sintetis, turun sekitar 19%, sementara Djed—stablecoin Cardano—turun sekitar 21%. Jejak Cardano pada SoSoValue, platform multi-chain pelacak data dan ETF, juga disebut menyusut sekitar 19%.

Di tengah tren tersebut, satu nama bergerak berlawanan arah. Surf Lending, protokol peminjaman, dilaporkan meningkatkan value locked hampir 98% dalam sebulan dan naik 14% dalam satu minggu. Namun, skala Surf Lending masih relatif kecil dengan nilai total sekitar US$4,62 juta, sehingga belum cukup untuk mengimbangi penyusutan ekosistem yang disebut telah kehilangan ratusan juta dolar.

Dari sisi pelaku pasar besar, sejumlah data menunjukkan melemahnya kepercayaan. Smart money index Cardano dilaporkan turun ke level terendah pada 2026, terjadi ketika harga ADA terkoreksi lebih dari 35% sejak 10 Mei dengan peningkatan volume jual. Minat terhadap perdagangan berleverage juga menurun, tercermin dari open interest futures ADA yang disebut merosot dari sekitar US$1,6 miliar pada September 2025 menjadi sekitar US$324 juta.

Posisi investor besar atau whale juga digambarkan berada dalam tekanan. Di Hyperliquid, hampir semua posisi long berukuran besar disebut berada di zona rugi, dengan kisaran harga masuk antara US$0,20 hingga US$0,37. Meski merugi, banyak di antaranya masih bertahan. Informasi lain menyebut smart money yang terpantau melalui Nansen AI juga mengalami kerugian pada posisi long, sementara posisi short menjadi satu-satunya yang masih mencatat keuntungan.

Pergerakan harga ADA ikut menjadi sorotan. Harga disebut berada dalam kanal turun sejak awal Januari, setelah upaya breakout pada 10 Mei gagal dan harga kembali melemah. Dari puncak Mei sekitar US$0,29, ADA turun sekitar 35% ke kisaran US$0,19. Area dukungan berikutnya berada di sekitar US$0,17. Jika harga turun di bawah US$0,178, ada potensi penurunan lanjutan menuju US$0,141 bahkan US$0,094, yang dapat memperkuat narasi negatif terhadap kondisi jaringan.

Meski begitu, ada satu sinyal on-chain yang memberi bantahan terbatas. Outflow ADA dari exchange spot dilaporkan meningkat menjadi sekitar US$2,26 juta, yang dapat mengindikasikan sebagian pemegang masih melakukan akumulasi di tengah sentimen ketakutan. Ke depan, arah pergerakan harga dan respons pelaku pasar besar akan menjadi penentu apakah Cardano sedang memasuki fase terendah sebelum pulih, atau menghadapi tekanan yang lebih berkepanjangan.