Pengamat Unila Soroti Tiga Faktor Kunci Pelaksanaan PSU Pesawaran Usai Putusan MK

Pengamat Unila Soroti Tiga Faktor Kunci Pelaksanaan PSU Pesawaran Usai Putusan MK

Pengamat Politik Universitas Lampung, Bendi Juantara, menyoroti tiga faktor krusial yang dinilai akan menentukan dinamika Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Pesawaran setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Bendi, faktor pertama yang perlu menjadi perhatian adalah pemahaman penyelenggara pemilu terhadap amar putusan MK secara rinci. Ia menilai, pemahaman yang detail diperlukan agar pelaksanaan PSU tidak menimbulkan kesalahan tafsir.

Ia juga menekankan pentingnya supervisi langsung dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi maupun KPU RI untuk memastikan tidak terjadi kekeliruan interpretasi dalam penerapan putusan tersebut. “KPU Pesawaran harus benar-benar mencermati isi putusan MK agar tidak terjadi interpretasi yang keliru. Hal ini penting agar PSU berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Bendi, Jumat (14/3/2025).

Faktor kedua yang disoroti adalah mitigasi konflik selama tahapan PSU. Akademisi Fisip Unila itu menilai KPU Pesawaran perlu proaktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan koalisi partai pengusung terkait pengganti Aries Sandi.

Dalam pandangannya, penyelenggara pemilu harus tegas dalam mengambil kebijakan dengan dasar keputusan yang kuat. Ia mengingatkan, kebijakan yang dinilai bias berpotensi memicu gugatan baru dan dapat berdampak pada stabilitas politik di Pesawaran.

Sementara faktor ketiga berkaitan dengan dinamika politik dalam proses pencalonan ulang. Bendi menilai majunya pasangan Supriyanto–Suriansyah dengan dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Golkar, serta meninggalkan Partai Demokrat, bukan sekadar pergeseran politik biasa.

“Fenomena ini mencerminkan kegagalan dalam membangun kepercayaan di dalam koalisi. Seharusnya, pembatalan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas partai pengusung dan simpatisan, terutama mengingat mayoritas pemilih di Pilkada sebelumnya mendukung pasangan Aries Sandi–Supriyanto,” kata Bendi.

Meski demikian, ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga stabilitas politik serta mendukung kelancaran PSU demi kepentingan masyarakat Pesawaran.