Kongres Nasional Partai Komunis Vietnam (PKV) ke-14 dinilai bukan sekadar agenda politik besar, melainkan tonggak yang menandai transformasi Vietnam di tengah situasi internasional yang bergejolak.
Penilaian itu disampaikan Enzo Sim Hong Jun, peneliti sejarah dan pertahanan Asia Tenggara, dalam keterangannya kepada seorang reporter Kantor Berita Vietnam (VNA) di Malaysia. Ia menilai kongres tersebut mencerminkan persatuan internal dan visi strategis para pemimpin PKV dalam mengarahkan Vietnam menuju capaian ekonomi baru serta penguatan posisi global.
Menurut Enzo, salah satu aspek yang menonjol dari Kongres Nasional ke-14 adalah durasinya yang lebih singkat dibanding kongres-kongres sebelumnya. Ia memandang keputusan itu bukan sekadar penyesuaian jadwal, melainkan sinyal adanya persatuan, konsensus, dan dukungan kuat di dalam PKV.
Dari sudut pandang komunitas internasional, keberhasilan penyelenggaraan kongres dipandang sebagai indikator stabilitas politik Vietnam. Enzo menilai stabilitas dan konsistensi kebijakan menjadi faktor yang diperhatikan investor global, sehingga kepastian kepemimpinan dan konsensus pascakongres dianggap penting untuk menjaga serta mendorong sasaran ekonomi jangka panjang dalam lima tahun ke depan.
Vietnam, kata Enzo, menetapkan target ambisius untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 10% selama lima tahun mendatang. Ia menekankan bahwa komitmen tersebut signifikan, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang masih berlangsung.
Ia juga menilai para pemimpin Vietnam memahami bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan merupakan pilar penting untuk menunjukkan peran kepemimpinan Partai sekaligus memperkuat kepercayaan publik. Karena itu, pembangunan ekonomi disebut tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pemerintah saat ini.
Enzo menyoroti reformasi administrasi yang tengah berjalan di Vietnam sebagai langkah yang luas dan belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah disebut memutuskan untuk merampingkan aparatur, mengurangi jumlah kementerian dan departemen secara drastis, memangkas staf, serta menggabungkan sejumlah provinsi guna mengoptimalkan organisasi dan menghemat anggaran negara.
Sejalan dengan reformasi birokrasi, Sekretaris Jenderal To Lam disebut terus menegaskan komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Enzo menilai langkah ini penting untuk memulihkan kepercayaan publik dan membangun lingkungan keuangan yang transparan serta menguntungkan, dengan tujuan menarik lebih banyak investasi asing langsung (FDI) di tengah perubahan tatanan dunia.
Strategi pembangunan Vietnam, menurut Enzo, juga bertumpu pada alokasi anggaran besar untuk proyek-proyek infrastruktur utama. Pemerintah berencana membangun jalur kereta api cepat Utara–Selatan, sekaligus meningkatkan dan membangun jalur kereta api yang terhubung dengan Tiongkok melalui perbatasan untuk mendorong perdagangan bilateral.
Selain itu, proyek infrastruktur berskala besar seperti Bandara Internasional Long Thanh disebut sedang diimplementasikan secara mendesak. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas transit dan secara bertahap mendorong Vietnam menjadi pusat konektivitas regional melalui sistem transportasi multimoda yang mencakup udara, jalan raya, dan kereta api.
Secara keseluruhan, Enzo menilai Kongres Nasional PKV ke-14 telah menguraikan peta jalan yang menekankan stabilitas politik, reformasi administrasi, pemberantasan korupsi, serta terobosan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mencapai target ekonomi. Ia menambahkan bahwa kombinasi kebijakan luar negeri yang proaktif dan penguatan kemampuan dalam negeri menunjukkan kesiapan Vietnam beradaptasi dalam situasi global ketika mitra tradisional dinilai tidak lagi sepenuhnya stabil.
VNA juga menerbitkan halaman informasi khusus mengenai Kongres Nasional PKV ke-14 di https://daihoidang.vn, yang menyediakan informasi resmi dalam berbagai format serta tersedia dalam enam bahasa.

