Pakar Psikologi Politik UI Menilai Prabowo Cenderung Emosional, Diduga Tertekan Survei Elektabilitas

Pakar Psikologi Politik UI Menilai Prabowo Cenderung Emosional, Diduga Tertekan Survei Elektabilitas

JAKARTA — Pakar psikologi politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, menyoroti sifat dan karakter calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang dinilainya cenderung emosional dalam beberapa waktu terakhir.

Hamdi mengatakan, ia pernah menulis kajian ilmiah mengenai karakter pemimpin pada 2014. Dalam kajian tersebut, ia mengidentifikasi Prabowo sebagai sosok yang dinilai kurang mampu mengendalikan emosi.

Menurut Hamdi, upaya Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto–Sandiaga Uno pada awal masa Pemilu 2019 untuk mengubah citra Prabowo yang emosional bukan perkara mudah. Ia menilai karakter merupakan watak dasar yang sulit diubah dan kerap muncul saat seseorang berada dalam tekanan.

Ia mencontohkan situasi kampanye yang ramai dapat memicu reaksi emosional. Dalam kondisi tertentu, Prabowo disebut bisa menafsirkan tindakan orang lain sebagai bentuk tidak menghargainya sehingga mudah terpancing marah.

Hamdi menduga, tekanan yang memicu munculnya sisi emosional itu berkaitan dengan survei elektabilitas yang dipublikasikan sejumlah lembaga. Sejumlah survei menempatkan pasangan Joko Widodo–Ma’ruf Amin unggul atas Prabowo–Sandiaga.

Hamdi berpendapat, meski dalam retorika politik survei kerap dipersoalkan, Prabowo sebagai orang berpendidikan dinilai memahami bahwa survei merupakan fakta yang menunjukkan posisinya tertinggal. Situasi tersebut, kata Hamdi, dapat menimbulkan tekanan karena pada dasarnya tidak ada orang yang ingin kalah dalam kontestasi.

Ia juga menilai karakter emosional kurang menguntungkan bagi Prabowo untuk mendongkrak elektabilitas. Menurutnya, penampilan karakter seperti itu cenderung hanya menguatkan basis pemilih loyal, tanpa memperluas dukungan ke segmen lain.

Di sisi lain, BPN menyatakan hasil survei internal mereka menunjukkan elektabilitas Prabowo–Sandiaga telah unggul atas Jokowi–Ma’ruf. Dalam versi survei BPN, Prabowo–Sandiaga disebut memperoleh 62 persen suara, sedangkan Jokowi–Ma’ruf 38 persen.